Laporan PBB Salahkan Arab Saudi atas Pembunuhan Jamal Khashoggi

Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta.
Jurnalis melakukan aksi solidaritas bagi wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Dalam laporan terbaru yang dirilis PBB, pakar HAM PBB menyatakan bahwa Arab Saudi bersalah atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Hal itu disampaikan setelah ahli memeriksa menit per menit rekaman suara hingga mutilasi yang dilakukan terhadap jurnalis asal Saudi itu di dalam Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki beberapa waktu yang lalu.

Rincian penyelidikan yang membuahkan kesimpulan ditelusuri melalui rekaman suara. Mereka mengindikasikan bagaimana kolumnis the Washington Post itu dihabisi hingga bagian tubuhnya dipotong yang disebut pembunuhnya sebagai penyucian hewan.

"Apabila kita ambil kantung plastik dan memotong-motong bagian tubuhnya, maka beres sudah," salah satu terduga pelaku mengatakannya sebagaimana dikutip tim investigator pada laporan Rabu kemarin, yang dilansir laman Aljazeera.

Rekaman dan bukti-bukti lain dikumpulkan selama enam bulan masa investigasi yang mengarahkan pada pembunuhan Khashoggi pada 2 Oktober 2018 lalu adalah pembunuhan berencana. Hal itu disampaikan utusan khusus PBB bidang ekstrajudisial, Agnes Callamard.

Oleh karena itu Arab Saudi disebut bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan ada bukti kuat dugaan keterlibatan orang-orang kuat termasuk Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman alias MBS.

Callamard kemudian menyerukan khususnya kepada Majelis Umum PBB agar melakukan investigasi kejahatan internasional dan bersiap memberi sanksi terhadap MBS. (ren)