Gadis Cilik Pengidap Tumor Ganas dari Yaman, Hidup Pakai Mata Buatan

Yusra dan okularis Hasan Awada
Sumber :
  • Sumber BBC

VIVA – Gadis kecil berusia 6 tahun bernama Yusra menjadi simbol asa bagi kehidupan yang lebih baik dan sebuah harapan sekalipun dia berada di negara yang tengah berkonflik dan perang. Yusra yang menderita tumor ganas di matanya dan membuatnya sempat tak bisa menggunakan mata kirinya akhirnya mendapatkan pertolongan yang memadai.

Jokowi Bersyukur Angka Stunting Turun dari 37 Persen Menjadi 21 Persen

Sebagaimana dilansir laman BBC, kisah hidup Yusra disorot media tersebut hingga akhirnya dia bisa dikeluarkan sementara dari negara Yaman yang tengah diperangi Arab Saudi. Hal itu bida dilakukan atas upaya sejumlah organisasi internasional yang mengusahakannya. Selama ini, Yusra tidak mendapatkan perawatan medis yang layak apalagi harus keluar dari Yaman menjadi tak mungkin akibat isolasi penerbangan komersil yang dilakukan Saudi terhadap negara itu.

Namun pada Oktober 2018 setelah kisahnya mengemuka di media massa, Yusra diterbangkan ke Yordania dan akhirnya dirawat di King Hussein Cancer Centre. Di sana dia dirawat oleh pakar okularis Dr Hasan Awada dan ahli bedah mata Dr Yacoub Yousef.

Melahirkan Berulang Kali Dapat Menjadi Risiko Kanker Serviks, Benarkah?

Setelah Maret 2019, mata dan tumornya diangkat, Yusra mendapatkan mata prostetik atau mata buatan yang membuat Yusra bisa melihat kembali.

"Pada awalnya saya sudah merasakan dia anak yang punya semangat dan cinta di dalamnya, dari senyumnya pelukannya, dia anak luar biasa," kata Dr Hasan Awda.

Terpopuler: Bagian Tubuh Ini Bisa Prediksi Ukuran Penis, hingga Faktor Risiko Kanker Serviks

Setelah dioperasi dan menerima mata prostetik, Yusra dan ibunya kemudian harus kembali ke negara Yaman yang akrab dengan letupan dan tembakan pertanda perang. Tim medis yang merawat dia sempat khawatir bahwa Yusra tak akan bisa mendapatkan perawatan lanjutan yang memadai. Sayangnya, bocah yang disebut sudah bebas kanker itu dan ibunya mau tak mau harus kembali ke Yaman.

"Sayangnya kami bukanlah politisi dan tidak bisa menyelesaikan masalah yang ada di negara itu," kata ahli bedah Yacoub Yousef.

VIVA Militer: Rudal Balistik Jarak Menengah (MRBM) Kheibar Shekan militer Iran

Ternyata Ada Deretan negara Sekutu Iran yang Bentuknya Bukan Negara

Iran telah memutuskan untuk menegaskan komitmennya dalam membalas tindakan provokatif Israel. Mereka dapat meminta dukungan dari sekutu bersenjata di Timur Tengah ini

img_title
VIVA.co.id
25 April 2024