Mencekamnya Papua Jadi Sorotan Dunia

Kerusuhan di Manokwari, ibu kota Papua Barat, Senin, 19 Agustus 2019.
Sumber :
  • istimewa

VIVA – Demonstrasi kembali pecah di Papua Barat. Pihak berwenang terlibat bentrok dengan kelompok demonstran, yang berujung enam pengunjuk rasa dan satu anggota militer tewas.

img_title ASN di Papua Ditikam KKB dari Belakang, Pisau 40 Cm Masih Tertancap di Leher

Dilansir dari VIVAnews, Kamis 29 Agustus 2019, banyak media luar negeri memberitakan peristiwa yang mencekam itu. Salah satunya, Al Jazeera, yang mendapat laporan bahwa ada enam warga sipil Papua tewas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Beberapa orang terluka oleh tembakan. Pengunjuk rasa melarikan diri ke hutan, karena dikejar oleh polisi dan tentara,” ujar sumber tersebut.

img_title BNPB Pastikan Keluarga 2 Orang yang Tewas Imbas Tanah Longsor di Lumajang Dapat Dana Bantuan

Jumlah korban tewas sebanyak enam orang dari pihak sipil dan satu dari militer, juga diberitakan oleh media asal Inggris, Guardian. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi mengenai berapa jumlah korban.

“Polisi menembakkan peluru tajam ke kerumunan demonstran, yang berkumpul di luar kantor kabupaten. Enam orang tewas, dan dua lainnya luka parah," tulis media tersebut.

img_title Dana Otsus Papua Dorong Percepatan Pembangunan dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

Media yang berkantor di London itu menyatakan, telah berhasil mendapat pernyataan mengenai penyebab dari bentrokan, dari juru bicara Kepolisian Nasional Dedi Prasetyo.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Dedi, kerusuhan dipicu oleh munculnya ribuan demonstran yang berusaha masuk ke dalam Kantor Bupati Deiyai.

Sementara itu, media asal Australia menyebut, informasi mengenai jumlah korban dan kondisi terkini sulit untuk didapatkan. Sebab, penggunaan internet dibatasi oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi, demi memperkecil kemungkinan menyebarnya berita bohong atau hoax.

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk.

Dorong Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan di Tanah Papua, Wamendagri Ribka Haluk: Masyarakat Ingin Perdamaian

Wamendagri Ribka menjelaskan, pendekatan geokultural menjadi penting karena Papua memiliki keragaman suku, bahasa, adat istiadat, dan struktur sosial yang perlu dipahami.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut