PR Baru Inggris Usai Hadapi Virus Corona

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.
Sumber :
  • dailymail.co.uk

VIVA – Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson telah merencanakan perang melawan obesitas. Hal itu dikarenakan kelebihan berat badan dapat memperburuk orang yang terinfeksi virus Corona atau COVID-19. 

img_title Inggris Imbau Warganya Tak Lakukan Perjalanan ke Arab Saudi Pasca Serangan di Bandara

Boris menyampaikan kepada penasihat senior bahwa kebijakan penumpasan lemak pada perut akan dilakukan setelah COVID-19 berhasil dibersihkan dari negara itu. Ia pun bertekad untuk memimpin upaya hidup sehat di masyarakat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut penelitian orang yang obesitas dan terinfeksi COVID-19 memerlukan perawatan di rumah sakit. Satu dari tiga orang dewasa di Inggris yang sekarang secara klinis mengalami obesitas menjadi salah satu data tertinggi di dunia. 

img_title Kata Thomas Tuchel usai Inggris Bantai Kroasia 7-0

Dikutip dari Daily Mail, Boris mengatakan kepada beberapa koleganya bahwa orang kurus tidak akan lebih berbahaya ketika terinfeksi virus dibandingkan dengan orang yang kelebihan berat badan. 

Boris sepertinya memang sangat bertekad untuk menggunakan pandemi COVID-19 untuk membuat orang menjadi lebih sehat. Salah satu cara yang dilakukannya adalah dengan membuat orang bersepeda ke tempat kerja.

img_title Terapi Pengelolaan Berat Badan & Lindungi Kesehatan Jantung Jadi Tema World Heart Day 2026

NHS Inggris juga telah menerbitkan rincian kematian berdasarkan kondisi yang sudah ada sebelumnya. Hanya lima persen korban yang tidak memiliki masalah mendasar.

Dari 22.332 pasien yang meninggal sejak 31 Maret, sekitar 5.873 atau 26 persen pasien menderita diabetes. Kondisi itu cukup mempengaruhi sekitar empat juta warga Inggris membuat orang lebih rentan terkena infeksi karena kelebihan berat badan. 

Kadar gula darah yang tinggi dapat melemahkan pertahanan sistem kekebalan tubuh pasien, membuatnya lebih lambat untuk merespon virus seperti COVID-19. Ini juga terkait erat dengan obesitas, yang telah diakui sebagai faktor risiko potensial untuk menderita komplikasi COVID-19 yang parah.

Dokter umum dan spesialis diabetes, Dr Hajira Dambha-Miller mengatakan dia tidak terkejut dengan data tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Orang dengan diabetes lebih rentan terhadap infeksi, bahkan jika kita tidak berada di tengah pandemi. Diabetes mengarah pada kerentanan yang lebih besar terhadap infeksi karena ada lebih banyak gula untuk berkembang biak dan peradangan kronis berarti sistem kekebalan tubuh lebih lambat untuk membersihkannya," kata dia.

Baca: Jokowi Diminta Tinjau Ulang Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan

Laurin Ulrich.

Lupakan Laurin Ulrich, PSSI Kini Dikabarkan Incar Pemain dari Inggris untuk Bela Timnas Indonesia

Lupakan Laurin Ulrich yang lebih memilih Jerman, PSSI dikabarkan tengah mengupayakan naturalisasi wonderkid Arsenal yang berkarier di Inggris. Simak kabarnya.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut