Sentimen Anti China Bisa Lukai Sektor Perdagangan India

VIVA Militer: Ilustrasi perseteruan China dan India
Sumber :
  • The Statesman

VIVA – Pandemi COVID-19 telah menimbulkan kemarahan bagi beberapa negara terhadap China. Memang, India belum secara terbuka mengeluh, tapi ketidakpercayaan yang berakar terhadap tetangganya tersebut semakin meningkat.

img_title Oppo Indonesia Buka Registrasi Minat Find X10, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Imbasnya mungkin pada pertempuran militer di Ladakh. Namun, di sektor perdagangan kedua negara juga terlibat ketegangan setelah India memperketat norma-norma investasi untuk China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bulan lalu, pemerintah India telah menyetujui untuk membatasi investasi asing langsung (FDI) dari negara-negara yang berbatasan dengan daratan. Penertiban itu bertujuan untuk melindungi perusahaan-perusahaan India dari investasi ganas, terutama yang berasal dari China.

img_title As Roda Belakang Chery Omoda 5 Copot, Bos Besar Chery Sampai Minta Maaf

Hal itu menunjukkan bahwa New Delhi semakin berhati-hati dengan meningkatnya peran China dalam perekonomian India. Tindakan India ini mungkin saja sesuai dengan konteks perekonomian global baru-baru ini. Apalagi, China bukan merupakan target perdagangan baru.

Baca Juga: Tidak Bisa Belajar Online, Siswi di India Bunuh Diri

img_title Daya Beli Warga China Melemah, Tradisi Belanja Besar saat Festival Mulai Meredup

Melansir Live Mint, berdasarkan data dari Global Trade Alert menunjukkan bahwa China telah menghadapi banyak pembatasan perdagangan dibandingkan dengan negara lain sejak 2019. Pandemi COVID-19 pun membuat kondisi Beijing semakin buruk, dengan keputusan Jerman dan Inggris yang mulai ragu untuk membiarkan raksasa teknologi, Huawei, berinvestasi.

Profesor Hubungan Internasional Univesitas Shiv Nadar, Jabin T. Jacob menyebut, keputusan India untuk membatasi perdagangan dengan China sebagai langkah oportunisme

"Karena China dituduh predator oleh negara lain dan dibenarkan demikian, India dapat melakukannya tanpa terlalu banyak menarik perhatian," kata Jacob.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ketakutan terhadap investasi ganas akan terjadi setelah COVID-19 membuat India lebih waspada. Tetapi, para analis dan diplomat telah mengkhawatirkan hal itu untuk waktu yang sangat lama," ujarnya.

Kebijakan FDI ini terjadi beberapa hari setelah bank sentral China menaikkan kepemilikannya di salah satu bank di India yakni HDFC menjadi lebih dari 1 persen pada bulan April. Padahal, China hanya menyumbang sebagian kecil dalam total aliran pemasukan India melalui FDI, masih di bawah Singapura dan Jepang. 

Lepas L4 EV

Parkir di Gang Sempit Bikin Keringat Dingin, Mobil Ini Punya Cara Sendiri

Mobil sekarang makin pintar, parkir pun bisa dibantu sistem otomatis. Sebanyak 300 peserta menjajal teknologi mobil China, dari handling sampai fitur parkir jarak jauh.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut