Ditemukan 1500 Kasus Positif COVID-19, Jerman Lockdown Satu Kota

Virus corona COVID-19
Sumber :
  • pixabay

VIVA – Setelah sempat melakukan pelonggaran, Jerman kembali memberlakukan lockdown untuk memutus mata rantai COVID-19. Lockdown diberlalukan di dua distrik negara bagian Rhine-Westphalia Utara. Lockdown diberlakukan kembali menyusul adanya temuan kasus positif baru COVID-19 di sebuah rumah potong hewan. 

img_title Pertama Kali Sejak Pandemo Covid-19, China Gagal Capai Target Pertumbuhan Ekonomi

Perdana Menteri Guetersloh, Armin Laschet mengatakan bahwa kasus ini bermula pada Selasa pagi ditemukan adanya lebih dari 1.500 karyawan di rumah pemotongan daging Tonnies, barat daya kota Gutersloh, yang dinyatakan positif COVID-19. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Armin Laschet mengatakan lockdown di distrik Gutersloh akan berlangsung hingga 30 Juni 2020. Bukan itu saja, beberapa jam setelah pengumuman tersebut, distrik Warendorf yang juga berdekatan tetangga juga dengan distrik Gütersloh, juga akan memberlakukan lockdown sebagai langkah untuk melindungi rakyat.

img_title Hakim Tolak Dalih COVID-19 Nadiem di Perkara Chromebook, Singgung Arahan 'Mas Menteri'

Ini adalah pertama kalinya pemberlakuan lockdown kembali di Jerman sejak negara itu mulai mencabut pembatasan nasional pada bulan Mei.

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Menguat di Tengah Wabah COVID-19

img_title Dua Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Westafel saat Covid-19 Divonis Bebas

Di dua distrik, bar, museum, bioskop, dan gym harus ditutup, dan restoran hanya bisa menyajikan makanan untuk dibawa pulang. Selain itu, dua distrik tersebut juga memberlakukan social distancing secara ketat. Sedangkan, sekolah-sekolah dan pembibitan (kebun) telah ditutup di Gütersloh, sedangkan di Warendorf akan tutup pada hari Kamis.

Selain itu, pemerintah setempat juga memberlakukan karantina wajib untuk semua karyawan di pabrik Tonnies. Sebanyak tiga unit polisi dikerahkan untuk menegakkan tindakan. 

Pihak berwenang juga telah memasang pagar logam di sekitar bangunan tempat tinggal di mana staf pabrik tinggal dan mendistribusikan makanan kepada lebih dari 7.000 karyawan. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan penerjemah untuk menjelaskan situasi tersebut, mengingat sebagian besar dari para karyawan di sana adalah pendatang.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semua operasi di lokasi pengemasan daging sendiri diketahui telah ditutup pada Rabu lalu.  Seorang juru bicara Grup Tonnies pun telah meminta maaf terkait insiden tersebut, meskipun Laschet pada hari Selasa menuduh perusahaan tersebut kurang melakukan kerjasama dengan pemerintah untuk mencegah kejadian tersebut. 

Akibat temuan ini, masyarakat di kedua daerah tersebut dilarang untuk meninggalkan daerah tersebut, tetapi Laschet mengimbau penduduk setempat untuk tidak bepergian ke distrik lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut