Logo BBC

Limbah Infeksius COVID-19 Masih Ditemukan di TPA

Ketua KPNas, Bagong Suyoto menunjukkan limbah B3 medis di TPA Burangkeng, di antaranya selang infus yang masih berisi dari darah pasien.-BBC
Ketua KPNas, Bagong Suyoto menunjukkan limbah B3 medis di TPA Burangkeng, di antaranya selang infus yang masih berisi dari darah pasien.-BBC
Sumber :
  • bbc

Limbah infeksius atau Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis yang diduga berasal dari rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) kerap ditemukan selama masa pandemi Covid-19 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (PERSI) mengeluhkan minimnya fasilitas pengolahan limbah B3 medis, dan `kebingungan mau diapakan`.

Pemerintah mencatat terjadi peningkatan hingga 30% limbah B3 medis di masa pandemi, dengan rencana menambah fasilitas pengelolaan yang sejauh ini masih berpusat di Pulau Jawa.

Limbah B3 medis TPA Burangkeng
BBC
Temuan limbah B3 medis di TPA Burangkeng di tengah pandemi Covid-19

Sementara, aktivis lingkungan menilai masih ditemukannya limbah B3 medis di TPA, merupakan bentuk kelonggaran dan pengabaian atas masalah lingkungan dan manusia.

Deretan truk sampah berbaris di jalur Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Satu persatu sampah dari punggung truk dikeruk eskavator menjadi `bukit sampah baru`.

Setidaknya setiap hari sekitar 750 ton sampah dari rumah tangga, pabrik, pertokoan, perkantoran di 16 kecamatan di Kabupaten Bekasi berakhir di TPA ini.

Lahan seluas 11,6 hektar telah menjadi perbukitan sampah setinggi hingga 20-30 meter dari permukaan jalan.

Limbah B3 medis TPA Burangkeng
BBC
Sarung tangan karet yang biasa digunakan dalam medis ditemukan di TPA Burangkeng.

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto berada di tengah-tengah gunungan sampah. Hanya beberapa menit berjalan menelusuri lokasi TPA Burangkeng, ia menemukan rangkaian botol infus yang masih lengkap dengan jarumnya.

"Kayaknya darahnya juga masih ada nih. Saya ambil lagi. Ini jadi urusan domain pemerintah, urusan B3 ini, limbah infeksius ini. Jadi ternyata banyak," kata Bagong sambil mengangkat beberapa selang infus yang bercampur dengan limbah rumah tangga, Rabu (14/10).

Tak jauh dari lokasi sampah rangkaian botol infus, juga ditemukan masker, baju pasien untuk operasi, dan sarung tangan karet yang biasa digunakan di fasilitas layanan kesehatan.