Marah Islam Dihina, Warga Irak Bakar Patung Emmanuel Macron

Presiden Prancis, Emmanuel Macron
Sumber :
  • Dok: Renault

VIVA –  Kemarahan sejumlah negara Islam terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron terus meningkat. Kondisi itu dipicu sikap Macron yang dianggap menghina Islam terkait polemik Nabi Muhammad melalui karikatur.

img_title Prancis Bersiap Hadapi Gelombang Demonstrasi Baru, Macron Perketat Pengamanan

Dilansir The Guardian, Rabu, 28 Oktober 2020, surat kabar di Iran menggambarkan Macron sebagai Setan Paris. Sementara itu, di Ibu Kota Bangladesh, Dhaka, Macron disebut sebagai sebagai pemimpin yang menyembah Setan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pun, di Baghdad, Ibu Kota Irak, patung Emmanuel Macron dibakar bersama dengan bendera Prancis. Selain itu, juga terdapat seruan boikot produk Prancis di berbagai negara lain.

img_title Serikat Pekerja Umumkan Mogok Nasional, Prancis Tutup Museum dan Pusat Kebudayaan

Ketegangan itu sebenarnya sudah meningkat sejak September 2020. Saat itu, dilaporkan majalah Charlie Hebdo menerbitkan ulang kartun Nabi Muhammad yang bertepatan dengan malam persidangan 14 orang yang dituduh terlibat serangan teroris terhadap kantor penerbitan majalah tersebut pada 2015.

Charlie Hebdo Bahkan lebih lanjut membuat ketegangan dengan Turki. Mereka menempatkan kartun ejekan terhadap presidennya Recep Tayyip Erdogan di halaman depan edisi yang diterbitkan secara online.

img_title Prancis Larang Seluruh Demo pada 24 Oktober, Aturan Jam Malam Berubah-Transportasi Umum Dihentikan

"Kami mengutuk upaya paling menjijikkan dari publikasi ini untuk menyebarkan rasisme dan kebencian budayanya," kata Juru Bicara Presiden Turki, Fahrettin Altun

Hal itu pada dasarnya juga dipicu oleh pidato Macron awal bulan ini yang mengumumkan niatnya untuk melawan separatisme Islam. Dia menggambarkan keyakinan tersebut sebagai salah satu yang berada dalam krisis di seluruh dunia saat ini.

Dua pekan kemudian, guru bahasa Prancis Samuel Paty dipenggal kepalanya di luar sekolah karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad tersebut di kelasnya. 

Pembunuhan itu, disebut-sebut dilakukan oleh seorang pemuda Muslim asal Republik Chechnya. Upaya ini memicu penggerebekan terhadap beberapa tersangka ekstremis dan kelompok Islam.

Beberapa kota Prancis menanggapi kejadian itu dengan memproyeksikan karikatur Nabi Muhammad tersebut di dinding bangunan sebagai isyarat pembangkangan dan pembelaan sekularisme.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemarahan negara-negara Islam tersebut juga dipicu sentimen masa lalu, terutama yang menjadi kolonisasi Prancis. Beberapa diantaranya bahkan menunjukkannya di poster-poster saat demonstrasi.

"Saya melihat orang-orang mengungkit masa lalu kolonial Prancis dan foto-foto tentara Prancis memegang kepala anggota perlawanan Aljazair yang terpenggal," kata seorang pekerja di salah satu Organisasi Bantuan Internasional di Amman, Jordania, Mohammad Faoury.

demonstrasi di Prancis

Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Jelang Demo Besar Gelombang Kedua, Museum Ditutup

Pasca berlangsungnya aksi kerusuhan besar di sela-sela demonstrasi pekan lalu, Prancis meningkatkan pengamanan menjelang gelombang demonstrasi nasional pada hari ini.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut