Raja Salman Disuntik Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNtech

Raja Salman bin Abdulaziz
Sumber :
  • Kedutaan Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi

VIVA – Pemimpin Arab Saudi, Raja Salman, telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19 produksi Pfizer-BioNtech. Vaksin itu tampak disuntikkan di bagian lengan kiri.

img_title Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

Menteri Kesehatan Arab Saudi, Tawfiq Al-Rabiah, mengucapkan terima kasih kepada Raja Salman yang telah memberikan semua jenis dukungan untuk kepentingan warga sejak awal pandemi hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hari ini, raja menerima vaksin untuk mencegahnya menerima virus, dan inisiatif ini menegaskan kebijakan Kerajaan selalu pencegahan sebelum pengobatan," ujar Tawfiq Al-Rabiah dilansir dari Arab News, Sabtu, 9 Januari 2020.

img_title Bintang Timnas Swiss Granit Xhaka Akui Beli Sertifikat COVID Palsu: Saya Tidak Percaya Vaksin

Baca juga: Twitter Tutup Permanen Akun Donald Trump

Arab Saudi disebut menjadi negara Teluk kedua setelah Bahrain yang menyetujui penggunaan vaksin tersebut. Vaksin untuk mencegah virus corona ini dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech.

img_title Bio Farma Umumkan Vaksin Rotavirus Neonatal Bio-RV Raih Izin Edar BPOM, Simak Khasiatnya

Vaksinasi akan dilakukan dalam tiga tahap, kata Kementerian Kesehatan, dengan setiap tahap menargetkan demografi tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Pangeran Khalid bin Salman bersama dengan beberapa pejabat senior Saudi lainnya juga telah mengambil dosis pertama vaksin. 

Sementara itu, lebih dari satu juta warga Arab Saudi telah mendaftar untuk menerimanya dengan lebih dari 100.000 yang diinokulasi hingga saat ini. Tiga pusat vaksin berada di Riyadh, Mekah dan Provinsi Timur. (ase)

Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut