Harun Yahya Divonis Seribu Tahun Penjara

Polisi Istanbul menangkap Adnan Oktar, yang dikenal sebagai Harun Yahya
Sumber :
  • Anadolu Agency

VIVA – Pengadilan Turki menjatuhkan vonis hukuman 1.075 tahun penjara kepada pemimpin sekte yang juga penulis kontroversial Turki, Adnan Oktar alias Harun Yahya atas kasus kejahatan seksual yang telah dilakukannya beberapa waktu silam. 

img_title Profil Melissa Vargas, Pevoli Turki Peraih MVP VNL 2026 yang Tampil Sensasional di Final

Selain kasus kejahatan seksual terhadap para pengikutnya atau 'kittens', penulis buku Atlas Penciptaan itu juga dihukum atas kejahatan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur, penipuan dan percobaan spionase politik dan militer.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Harun Yahya atau Adnan Oktar mengundang kontroversi karena mengkhotbahkan kreasionisme dan nilai-nilai konservatif di sebuah acara televisi, sementara di sekelilingnya wanita berpakaian seksi -- para pengikutnya yang disebut 'kittens' -- sambil menari dengan musik ceria di sela acara TV yang dipandunya.

img_title Turki Masukkan PM Israel Benjamin Netanyahu Daftar Buronan Interpol

Pria berusia 64 tahun berjanggut itu sebelumnya ditahan pada 2018 bersama lebih dari 200 tersangka lainnya sebagai bagian dari tindakan aparat terhadap kelompoknya oleh unit kejahatan keuangan kepolisian Istanbul.

Pengadilan juga menghukum dua eksekutif di organisasi Oktar, Tarkan Yavas dan Oktar Babuna, masing-masing selama 211 dan 186 tahun.

img_title Komisi I DPR Setujui Kerja Sama Pertahanan Indonesia dengan Turki-Malaysia

Kantor berita resmi Anadolu dikutip The Guardian melaporkan bahwa Oktar juga dinyatakan bersalah karena membantu kelompok yang dipimpin oleh pengkhotbah Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gulen yang disalahkan Turki karena melakukan upaya kudeta yang gagal pada 2016.

Oktar membantah kaitannya dengan Gulen dan menyebut anggapan bahwa dia memimpin sekte seks sebagai "mitos urban". Sekitar 236 terdakwa menghadapi tuntutan, 78 di antaranya telah ditahan sambil menunggu persidangan.

Selama persidangan, yang diikuti oleh media Turki selama berbulan-bulan, pengadilan mendengar rincian kejahatan seks yang mengerikan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di masa lalu, Oktar pernah menuduh intelijen Inggris meminta aparat Turki untuk menindak dia. Mulai membentuk sejumlah kelompok pengikut di akhir tahun 1970an, Oktar telah berkali-kali diadili atas sejumlah tuduhan, termasuk membentuk sindikat kriminal. Namun dia pun bebas dari tuduhan itu.  

Menurut laman pribadinya, Oktar telah menulis lebih dari 300 buku, menerjemahkannya ke 73 bahasa, salah satunya karya dengan menggunakan nama pena Harun Yahya. Dalam salah satu bukunya itu, dia berpendapat bahwa teori evolusi Charles Darwin merupakan akar dari terorisme global. 

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VIVA.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut