Pasukan Myanmar Bunuh Sembilan Orang Penentang Kudeta

Orang-orang bubar setelah pasukan keamanan melepaskan tembakan ke pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer di Nyaung-U, Myanmar, 7 Maret 2021, dalam gambar diam yang diambil dari video yang disediakan di media sosial.
Sumber :
  • ANTARA

VIVA – Pasukan keamanan Myanmar, pada Jumat, 19 Maret 2021, menembak hingga tewas sembilan orang penentang kudeta 1 Februari, kata penyedia layanan permakaman dan media.

img_title Prancis Minta Media Sosial TikTok hingga Instagram Diblokir Cegah Kerusuhan Lanjutan

Militer dan polisi telah meningkatkan penggunaan kekerasan untuk menekan demonstrasi yang dilancarkan para pendukung pemimpin terpilih yang ditahan, Aung San Suu Kyi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tindakan keras aparat tidak menghentikan orang-orang untuk berunjuk rasa. Kerumunan demonstran kembali muncul di beberapa kota.

img_title Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Pasukan keamanan melepaskan tembakan selama bentrokan di pusat kota Aungban ketika mereka berusaha membubarkan barikade yang dipasang para pemrotes, menurut laporan media dan seorang saksi.

"Pasukan keamanan datang untuk menyingkirkan perintang tapi dilawan oleh orang-orang, lalu mereka melepaskan tembakan," kata saksi, yang menolak disebutkan namanya, melalui telepon.

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

Seorang petugas layanan pemakaman di Aungban yang menolak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, sebagaimana dilansir Antara, bahwa delapan orang tewas. Tujuh dari mereka meninggal di tempat. Satu orang lagi terluka dan meninggal di rumah sakit di kota terdekat, Kalaw.

Juru bicara junta belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar, namun sebelumnya mengatakan pasukan keamanan menggunakan kekuatan hanya jika diperlukan.

Para pengkritik mencemooh pernyataan itu.

Sementara itu, portal berita Myanmar Now melaporkan bahwa satu pengunjuk rasa tewas di kota timur laut Loikaw. Laporan juga menyebutkan beberapa penembakan terjadi di kota utama, Yangon, namun tidak ada kabar tentang korban.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi protes juga berlangsung di kota kedua, Mandalay, di pusat kota Myingyan dan Katha, serta di Myawaddy di timur, menurut laporan media dan para saksi.

Data kelompok pembela hak sipil Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, sedikitnya 233 orang tewas dalam kerusuhan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. (ant)

Bendera Jerman terlihat di depan Gedung Reichstag di Berlin.

Isi Medsos di Jerman Bakal Diatur, 1 dari 5 Konten Wajib Berasal dari Media Tertentu

Jerman merancang aturan yang mewajibkan platform media sosial menyediakan kuota 20 persen untuk konten informatif dari media layanan publik dan media yang memenuhi syarat

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut