Aung San Suu Kyi Hadapi Dakwaan Pidana Baru 

Aung San Suu Kyi salam tiga jari bentuk protes pada kudeta militer.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Pemimpin sipil Myanmar yang digulingkan Aung San Suu Kyi dikenakan dakwaan pidana baru pada Senin. Peraih Nobel berusia 75 tahun itu tidak terlihat di depan umum sejak ditahan pada 1 Februari lalu, saat militer menggulingkan pemerintahannya, dan merebut kekuasaan.

img_title Kabur dari Rutan Lampung Sejak 2024, Napi Narkoba Encek Ditangkap di Perbatasan Myanmar-Thailand

Aung San Suu Kyi menghadapi serangkaian tuntutan pidana yang dapat membuatnya dilarang menduduki posisi politik seumur hidup.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Amay Suu (Aung San Suu Kyi) telah didakwa lagi berdasarkan pasal 25 undang-undang pengelolaan bencana alam," kata pengacara Min Min Soe kepada AFP setelah sidang pengadilan di ibu kota Naypyidaw, seperti dilansir dari Channel News Asia, Selasa 13 April 2021.

img_title Rusia Mau Bangun PLTN di Tetangga Indonesia

"Dia telah didakwa dalam enam kasus secara keseluruhan, lima dakwaan di Naypyidaw, dan satu di Yangon."

Tuduhan paling serius yang dihadapi Aung San Suu Kyi berada di bawah undang-undang rahasia resmi Myanmar.

img_title Bangladesh Labrak Myanmar soal Rohingya

Min Min Soe mengatakan Aung San Suu Kyi, yang menjadi tahanan rumah di Naypyidaw, dalam keadaan sehat. Namun, tidak jelas apakah dia tahu tentang kekacauan yang terjadi di Myanmar selama dua bulan terakhir.

Aksi unjuk rasa menentang kudeta militer berlangsung hampir setiap hari menuntut pembebasan Aung San Suu Kyi dan pemulihan demokrasi. Namun, para demonstran ditanggapi dengan peluru karet, peluru tajam dan bahkan granat oleh pasukan keamanan.

Lebih dari 700 warga sipil telah tewas dalam waktu hanya 70 hari sejak kudeta, menurut kelompok pemantau Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik. Lebih dari 3.000 orang lainnya telah ditangkap.

Di Tamu, dekat perbatasan Myanmar dengan India, seorang gadis berusia enam tahun ditembak mati saat berjalan ke toko untuk membeli makanan ringan pada Senin pagi, kata seorang warga kota kepada AFP.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kerusuhan pada hari Jumat, lebih dari 80 pengunjuk rasa dibunuh oleh pasukan keamanan di selatan kota Bago. Saksi mata menggambarkan melihat mayat menumpuk, dan kemudian dimuat ke dalam truk tentara. Sementara PBB mengatakan banyak dari yang terluka tidak mendapat perawatan medis.

Militer bersikeras bahwa mereka berurusan secara proporsional dengan apa yang dikatakannya sebagai agitator kekerasan. Panglima militer Jenderal Min Aung Hlaing mengatakan kepada para pejabat di Yangon, bahwa mereka "memastikan penguatan demokrasi".

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: 2 Laga Digelar, Timnas Indonesia Kapan Main?

FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai hari ini dengan dua laga Divisi 2. Timnas Indonesia baru bertanding besok melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut