Militer Israel Tangkap Pemimpin Papan Atas Hamas

Peta Tepi Barat
Sumber :
  • Sumber BBC

VIVA – Pasukan militer Israel menyatakan menangkap pemimpin Hamas di wilayah Tepi Barat pada Rabu, 2 Juni 2021 waktu setempat. Penangkapan itu disebut dilakukan karena pemimpin Hamas dituduh Israel tengah menyiapkan basis Hamas di wilayah Tepi Barat.

img_title PBB Soroti Risiko Indonesia Gabung Board of Peace, Francesca Albanese Minta Prabowo Pertimbangkan Ulang

Pasukan khusus menangkap dan menahan Syekh Jamal Al-Tawil di Ramallah, disampaikan otoritas Israel dilansir Arab News.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disebutkan bahwa Tawil mengambil peran aktif dalam organisasi garis keras dan mencoba menyiapkan kantor basis Hamas di Ramallah.

img_title Netanyahu Unggul dalam Exit Poll, Blok Oposisi Siap Jegal Langkahnya

Sementara juru bicara Hamas Hazem Qassem di Gaza sudah membenarkan adanya penangkapan tersebut.

"Pasukan keamanan menahan pemimpin pergerakan Jamal Al-Tawil tidak akan menghentikan perjuangan di Tepi Barat," kata Qassem.

img_title Siapa Gadi Eisenkot? Mantan Jenderal Israel yang Ingin Akhiri Era Netanyahu

Penahhanan terjadi setelah adanya gencatan senjata yang dilakukan pada 21 Mei 2021 usai atas dorongan Mesir dilakukan 11 hari gencatan senjata antara Israel dan Hamas. Sementara pada Rabu kemarin, juru bicara untuk Departemen Dalam Negeri Hamas di Gaza, Iyad Al-Bozom mengatakan 2 kombatan Hamas tewas ketika membersihkan sisa dan puing senjata Israel di daerah-daerah kantung serangan.

Diketahui selama ini Hamas cukup mengontrol sebagian daerah Gaza yang bersinggungan langsung dengan blokade Israel. Sementara pemerintahan Palestina yang berasal dari Fatah lebih berotoritas di bagian wilayah Tepi Barat.

Presiden Israel Isaac Herzog

Pemilu Israel Buntu, Isaac Herzog Desak Netanyahu dan Oposisi Hindari Pemilu Ulang

Presiden Israel Isaac Herzog meminta Netanyahu dan oposisi menghindari pemilu ulang setelah hasil pemilu belum menghasilkan mayoritas di parlemen Knesset.

img_title
VIVA.co.id
29 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut