Indonesia Dukung Mekanisme Berbagi Vaksin COVID-19

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi
Sumber :
  • Dokumentasi Kemenlu.

VIVA – Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, menyatakan bahwa Indonesia mendukung mekanisme berbagi dosis (dose-sharing) vaksin COVID-19, untuk mempercepat pencapaian prinsip kesetaraan vaksin bagi semua negara.

img_title Flu Burung Pernah Mewabah di Indonesia, Begini Cara Pemerintah Menekan Penyebarannya

“Mekanisme doses-sharing atau berbagi vaksin adalah bagian dari mekanisme multilateral untuk memastikan akses setara terhadap vaksin untuk semua negara yang secara terus-menerus dibahas dalam pertemuan-pertemuan COVAX Facility,” kata Retno pada konferensi pers daring tentang kedatangan vaksin Moderna dari Amerika Serikat, Minggu 11 Juli 2021.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sejauh ini berdasarkan data Kemlu RI, Indonesia telah mengamankan 122.735.260 dosis vaksin COVID-19, yang sebagian di antaranya diperoleh melalui mekanisme dose-sharing, yaitu 998.400 dosis vaksin AstraZeneca melalui dose-sharing bilateral dari Jepang dan 3.000.060 dosis vaksin Moderna yang merupakan dose-sharing dari AS melalui COVAX.

img_title Bintang Timnas Swiss Granit Xhaka Akui Beli Sertifikat COVID Palsu: Saya Tidak Percaya Vaksin

Selain itu, kata Retno, Indonesia telah menerima tawaran dukungan vaksin dari beberapa negara, seperti Jepang, Belanda, Inggris, Australia, dan Uni Emirat Arab.

Jutaan vaksin dari jalur pengadaan komersial maupun dari dukungan internasional dan bilateral itu direncanakan akan tiba pada Juli ini. 

img_title Bio Farma Umumkan Vaksin Rotavirus Neonatal Bio-RV Raih Izin Edar BPOM, Simak Khasiatnya

“Pemerintah akan terus bekerja keras untuk memastikan ketersediaan vaksin bagi Indonesia. Kesehatan dan keselamatan rakyat akan selalu menjadi prioritas,” kata Menlu Retno, menegaskan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain vaksin, Indonesia juga mendapat tawaran bantuan dari negara sahabat lainnya untuk penanganan COVID-19 berupa ventilator, konsentrator oksigen, obat-obatan, serta peralatan medis lainnya --setelah sebelumnya telah memperoleh dukungan tersebut dari Singapura dan Australia.

“Apresiasi kami atas dukungan kerja sama yang diberikan oleh Singapura dan Australia. Solidaritas, kolaborasi, dan kerja sama agar dunia dapat segera lepas dari pandemi ini secara bersama,” tutur Retno. (Ant/Antara)
 

Kepala BRIN, Arif Satria

Dipanggil Prabowo, BRIN Bakal Percepat Riset Vaksin Malaria

Arif menjelaskan BRIN saat ini memiliki empat kandidat vaksin malaria. Secara keseluruhan, terdapat sekitar lima atau enam kandidat vaksin malaria di Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut