Menlu China: Dunia Harus Membimbing dan Mendukung Taliban

Taliban berhasil rebut Afghanistan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO

VIVA – Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan dunia harus membimbing dan mendukung Afghanistan saat negara itu bertransisi ke pemerintahan baru alih-alih memberikan lebih banyak tekanan padanya.

img_title Setahun Buron Usai Kabur dari Lapas, Napi Kasus Begal Ini Ditangkap Bawa 43 Paket Ganja

Hal itu disampaikan Wang Yi saat dalam panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab, Kamis 19 Agustus 2021, seperti dilaporkan Reuters dan dilansir tvOne. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Masyarakat internasional harus mendorong dan membimbingnya ke arah yang positif daripada memberikan lebih banyak tekanan. Yang akan kondusif untuk menstabilkan situasi," demikian menurut pernyataan kementerian melalui telepon.

img_title Bebizie Tak Hadir Dipanggil KPK, Pemeriksaan Kasus Korupsi Eks Bupati Kutai Kartanegara Dijadwal Ulang

China belum secara resmi mengakui Taliban sebagai penguasa baru tetapi Wang bulan lalu menjamu Mullah Baradar, kepala kantor politik Taliban, di Tianjin. Dan saat itu, China mengatakan bahwa Taliban diharapkan memainkan peran penting dalam proses perdamaian dan rekonstruksi Afghanistan.

Dalam pembicaraan telepon dengan Raab, Wang juga mengatakan masyarakat internasional seharusnya tidak menggunakan Afghanistan sebagai medan pertempuran geopolitik tetapi harus menghormati kemerdekaannya dan kehendak rakyatnya, kata pernyataan kementerian luar negeri.

img_title Rp10 Miliar Masuk ke Orang Kepercayaan Nusron, KPK Kini Buru Siapa Pengirimnya

Situasi di Afghanistan, di mana Taliban merebut kembali kekuasaan setelah 20 tahun dipaksa keluar oleh invasi pimpinan AS, tetap tidak stabil dan tidak pasti, kata Wang seperti dikutip oleh Kementerian Luar Negeri China.

Kapolsek KP3 bandara Sentani Iptu Wajedi saat bantu memasukan jenazah Aris Sanda

Jenazah Aris Sanda Diterbangkan ke Makassar, Besok Dimakamkan di Toraja Utara

Jenazah Aris Sanda, korban penyanderaan dan penembakan di kawasan Danau Habema, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, akhirnya diberangkatkan menuju Makassar.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut