China Rayakan 70 Tahun Kendalinya atas Tibet

Kuil Jokhang Tibet
Sumber :
  • Pixabay/Publicdoaminpictures

VIVA – China menandai 70 tahun kendalinya atas Tibet pada Kamis  (19/8) dengan sebuah perayaan di Lhasa dan menyampaikan pesan untuk menerima kekuasaan Partai Komunis.

img_title Oppo Indonesia Buka Registrasi Minat Find X10, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Beijing telah menguasai wilayah barat yang jauh itu sejak 1951, setelah Tentara Pembebasan Rakyat masuk dan mengambil kendali negara itu dalam "pembebasan damai".

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tibet hanya dapat berkembang dan makmur di bawah kepemimpinan partai dan sosialisme," kata Wang Yang, kepala organisasi nasional yang bertanggung jawab menyatukan semua ras dan partai di bawah kepemimpinan Partai Komunis, dalam acara di ibu kota Tibet itu.

img_title As Roda Belakang Chery Omoda 5 Copot, Bos Besar Chery Sampai Minta Maaf

Perayaan yang dihadiri hampir 1.000 orang itu digelar di kaki Istana Potala yang ikonik.

Istana itu menjadi salah satu tempat suci umat Buddha yang dikaitkan dengan para Dalai Lama.

img_title Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Acara yang disiarkan langsung lewat televisi secara nasional itu secara mencolok menampilkan potret Presiden China Xi Jinping setinggi empat lantai yang menjulang tinggi di atas penonton.

Propaganda tahun 1950-an dan 1960-an biasa memajang potret Mao Zedong dalam acara pawai dan perayaan untuk mendorong kultus pribadi terhadap dirinya dan membangun kesetiaan.

Sebagian besar pemimpin setelah Mao melarang praktik semacam itu, meskipun di bawah presiden saat ini, potret diri Xi, orang-orang dekatnya, dan juga potret empat pemimpin sebelumnya dipasang secara luas di Tibet.

Para pemimpin partai dari suku Han yang ateis di Beijing juga melakukan upaya ekstra untuk menanamkan loyalitas pada masyarakat Tibet yang banyak menganut Buddha dan memandang Dalai Lama sebagai pemimpin spiritual mereka.

Beijing mencap Dalai Lama saat ini --yang diasingkan di negara tetangga mereka, India-- sebagai separatis berbahaya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai penggantinya, China mengakui Panchen Lama yang sekarang sebagai pemimpin agama tertinggi di Tibet.

Sebagai simbol kekuasaan partai atas Buddhisme Tibet, Wang menghadiahkan plakat peringatan kepada Panchen Lama di acara itu. (Ant/Antara)
 

Lepas L4 EV

Parkir di Gang Sempit Bikin Keringat Dingin, Mobil Ini Punya Cara Sendiri

Mobil sekarang makin pintar, parkir pun bisa dibantu sistem otomatis. Sebanyak 300 peserta menjajal teknologi mobil China, dari handling sampai fitur parkir jarak jauh.

img_title
VIVA.co.id
23 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut