Perkembangan Pandemi COVID-19 di Dunia

Sydney, Australia.
Sumber :
  • abc news

VIVA – Kasus COVID-19 di dunia semakin menurun seiring semakin banyaknya warga yang mendapatkan vaksin COVID-19. Sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan sosial dan membuka tempat-tempat wisata, meski tetap melarang warganya yang tidak divaksin untuk berkeliaran di luar rumah.

img_title Diduga Danai Tambang Emas Ilegal di Aceh, Seorang Pria Akhirnya Ditahan Polisi

Jepang akan mencabut status darurat COVID-19 pada akhir September di semua wilayah setelah jumlah kasus menurun drastis dan beban sistem kesehatan berkurang. India melaporkan 179 kematian akibat COVID-19 pada Selasa, angka harian terendah sejak pertengahan Maret, sehingga totalnya menjadi 447.373.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berikut ini adalah perkembangan pandemi COVID-19 di dunia saat ini:

img_title Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Australia

Penduduk Sydney yang belum menerima vaksin COVID-19 akan dilarang melakukan kegiatan sosial, kata kepala negara bagian New South Wales Gladys Berejiklian, Selasa 28 September 2021. Larangan itu tetap berlaku bahkan ketika perintah tinggal di rumah dicabut mulai Desember.

img_title Menhan Sjafrie Tak Gentar Hadapi Perlawanan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Tetap Jalan!

Namun, kebijakan yang diterapkan untuk meningkatkan vaksinasi itu menuai kritik karena dua alasan. Pertama, karena terkesan menghukum kelompok rentan yang tak memiliki akses ke vaksinasi. Kedua, karena gagal memberikan insentif yang jelas bagi mereka yang enggan divaksin.

RS New York pecat staf yang menolak vaksin

Rumah-rumah sakit di negara bagian New York, Amerika Serikat, pada Senin mulai memberhentikan atau menskors petugas kesehatan yang menolak perintah untuk menjalani vaksinasi COVID-19.

Kebijakan tegas itu memicu kelangkaan staf di rumah-rumah sakit, beberapa di antaranya terpaksa menangguhkan tindakan medis tertentu atau mengurangi pelayanan.

Wali Kota New York, Bill de Blasio, mengatakan rumah-rumah sakit di kotanya belum melihat dampak dari kebijakan itu. Dia mengkhawatirkan daerah-daerah lain di negara bagian itu yang tingkat vaksinasinya lebih rendah.

Jepang akan akhiri status darurat COVID-19 bulan ini

Jepang akan mencabut status darurat COVID-19 di semua wilayah pada Kamis setelah jumlah kasus menurun drastis dan beban sistem kesehatan berkurang, kata Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura.

Pencabutan itu menjadi yang pertama sejak status darurat diberlakukan hampir enam bulan lalu.

Namun Nishimura mengatakan pembatasan di tempat-tempat makan dan kegiatan berskala besar tetap diterapkan selama sekitar sebulan untuk mencegah lonjakan kasus.

Restoran di wilayah berstatus darurat kini diharuskan tutup pukul 20.00 dan dilarang menyajikan minuman beralkohol.

Sel yang terinfeksi virus corona dilindungi protein

Para peneliti yakin sejenis protein, yang membantu sel-sel rusak terhindar dari kehancuran oleh sistem kekebalan, mungkin ikut menyebabkan sakit yang parah akibat COVID-19.

Dalam percobaan di laboratorium, mereka menemukan sejumlah besar CD47 di permukaan sel yang terinfeksi virus corona.

Menurut para peneliti, CD47 seakan berkata pada sistem kekebalan, "Jangan makan aku!".

Infeksi virus SARS-CoV-2 juga meningkatkan kadar protein SIRPalpha yang bersama CD47 mengelabui sistem kekebalan agar tidak menghancurkan sel-sel yang rusak.

Pengembangan obat-obatan yang menyasar CD47 mungkin bisa meningkatkan efektivitas pengobatan COVID-19, kata para peneliti.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

India catat angka kematian harian COVID-19 terendah

India melaporkan 179 kematian akibat COVID-19 pada Selasa, angka harian terendah sejak pertengahan Maret, sehingga totalnya menjadi 447.373. Kasus infeksi bertambah 18.795, kenaikan terendah sejak awal Maret, sehingga totalnya menjadi sekitar 33,7 juta. (Ant/Antara)
 

Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Dadang Hartanto (tengah)

Komjen Dadang Hartanto Beri Pesan Khusus Buat Ojol

Kapolda Metro Jaya Komisaris Jenderal Poisi Dadang Hartanto mengingatkan para pengemudi ojek online (ojol) agar tidak mengabaikan kesehatan dan keselamatan saat bekerja.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut