AS Buang Vaksin hingga 15,1 Juta Dosis Saat Negara Miskin Kurang

Ilustrasi suntik vaksin
Ilustrasi suntik vaksin
Sumber :
  • pixabay

VIVA – Sejak pertengahan tahun 2021, Amerika Serikat (AS) ternyata sudah membuang jutaan vaksinnya diduga lantaran sudah kedaluwarsa. Setidaknya sejak Maret 2021 hingga tengah Oktober 2021, sudah ada 15,2 juta dosis vaksin COVID-19 yang dibuang AS.

Angka fantastis vaksin terbuang itu ironis di tengah banyak negara di dunia yang masih kekurangan vaksin. Dilansir NBC News, data tersebut bahkan bisa sedikitnya artinya diprediksi masih akan bertambah vaksin COVID-19 yang dibuang oleh negara pimpinan Joe Biden itu. Padahal diketahui banyak negara masih menunggu vaksin dan sejumlah negara miskin belakangan menjadi perhatian WHO lantaran kurang pasokan vaksin di tengah pandemi.

Melalui data Centers for Disease Control and Prevention yang dikeluarkan atas permintaan publik, setidaknya empat rantai perusahaan farmasi di sana melaporkan sudah membuang lebih dari 1 juta dosis vaksin pada September 2021. Selain itu masih ada sejumlah provider dan perusahaan farmasi swasta hingga ritel yang menyediakan layanan farmasi yang ikut membuang vaksin.

Sebagai contoh, CVS sudah membuang 2,3 juta dosis vaksin. Sementara Walmart melaporkan membuang hingga 1,6 juta dosis kemudian Rite Aid menyia-nyiakan hingga 1,1, juta dosis.

Data tersebut didapatkan melalui sejumlah sumber antara lain laporan dari perusahaan farmasi, pemerintah dan berbagai provider vaksin. Diketahui data tersebut bahkan belum terhimpun seluruhnya meliputi negara AS. Namun memang tidak diterakan jelas berbagai alasan vaksin itu dibuang dalam jumlah besar.

Salah satu contoh wilayah yang membuang vaksin yakni Michigan. Departemen Kesehatan Michigan menyatakan bahwa negara bagian mereka memang sudah membuang vaksin hingga 2.57.673 dosis sejak Desember 202o lalu.

Menurut rekam jejak, ada sejumlah hal yang bisa membuat vaksin harus dibuang. Hal itu bisa karena adanya kontaminasi vial hingga pembekuan dan penyimpanan yang kurang baik sehingga akan mempengaruhi kualitas vaksin. Sehingga faktor kedaluwarsa hanya salah satunya.