Vaksinasi Ambisius Filipina, 3 Hari 9 Juta Orang akan Disuntik

Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang sebotol vaksin virus corona.
Presiden Filipina Rodrigo Duterte memegang sebotol vaksin virus corona.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/REUTERS/Eloisa Lopez

VIVA – Filipina pada Senin meluncurkan upaya ambisius untuk menyuntikkan vaksin COVID-19 pada sembilan juta orang selama tiga hari, dengan mengerahkan pasukan keamanan dan menggunakan puluhan ribu sukarelawan untuk membantu mengelola program tersebut.

Kampanye imunisasi itu diturunkan dari target sebelumnya 15 juta suntikan, tetapi masih akan menjadi rekor di negara tersebut di mana keraguan pada vaksin tetap menjadi kendala dan ada rintangan logistik untuk menjangkau orang-orang di wilayah kepulauan yang luas.

Tiga juta vaksinasi per hari itu hampir empat kali lipat dari rata-rata 829.000 suntikan setiap hari pada November. Seorang pejabat mengatakan berita tentang varian Omicron membuat kampanye vaksinasi menjadi lebih penting.

“Lebih baik bersiap untuk efek Omicron,” kata kepala program vaksinasi Filipina Carlito Galvez kepada CNN Filipina pada Senin.

Penyebaran varian Omicron, yang oleh Organisasi Kesehatan Dunia dimasukkan sebagai "varian yang diwaspadai", telah memicu pembatasan perjalanan global dan mengguncang pasar keuangan.

Filipina telah menghadapi salah satu wabah COVID-19 terburuk di Asia dan lebih lambat dari banyak negara tetangganya dalam mengimunisasi rakyatnya. Sekitar 35,6 juta orang telah divaksin lengkap, atau mencakup sepertiga dari 110 juta penduduknya.

Negara itu berencana untuk mengimunisasi 54 juta orang pada akhir 2021 dan 77 juta orang pada Maret mendatang.