85,64 Persen Warga China Sudah Divaksin COVID-19 Lengkap

Suasana di sekitar bangunan Bel Tower, tempat Bel Jingyun di Xian, China
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hermanus Prihatna/aww.

VIVA – Sekitar 85,64 persen warga China telah menerima vaksin COVID-19 dosis lengkap menjelang musim libur Tahun Baru 2022 dan Tahun Baru Imlek.

img_title Baru Rilis! Segini Penjualan iPhone 18 Pro dalam Sepekan

Sebanyak 1,274 miliar warga sudah mendapatkan vaksin lengkap yang berarti telah menciptakan 85,64 persen kekebalan komunitas, demikian He Qinghua dari Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) dalam pengarahan pers di Beijing, Rabu (29/12).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walau begitu, pihaknya tetap menyarankan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan ancaman Omicron yang ditemukan di beberapa negara, termasuk China.

img_title KJMU Telat Cair, Pramono Minta Maaf dan Janji Dana Masuk Maksimal 6 November

Agar liburan tetap aman, pemerintah disarankan tetap memberlakukan kebijakan nol kasus secara dinamis sambil mempercepat vaksinasi dan pemberian suntikan penguat (booster).

Libur Tahun Baru Imlek yang juga dikenal dengan liburan musim di China berlangsung selama 40 hari dari 17 Januari hingga 25 Februari 2022.

img_title Toyota Siapkan Pabrik Baru, Lexus Bakal Punya SUV Listrik Made In China

Perkiraan awal menunjukkan perjalanan mudik dan wisata selama periode liburan tersebut akan meningkat tajam, bahkan bakal melewati pencapaian 2021 yang sebanyak 870 juta dan 2020 sebanyak 1,48 miliar perjalanan, demikian Ren Zhuoli dari Kementerian Transportasi China dikutip media setempat, Kamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

China sendiri sampai saat ini telah mendapati 197 kasus positif COVID-19, tertinggi dalam 20 bulan terakhir. Namun dalam satu tahun terakhir tidak ada kasus kematian baru.

Klaster baru di Xian, Provinsi Shaanxi, masih berpeluang terjadinya penularan yang lebih tinggi pada penduduk lokal, namun otoritas setempat berharap tidak berdampak besar pada puncak arus perjalanan mudik dan wisata selama periode Tahun Baru Imlek. (Ant/Antara)

Ilustrasi kecerdasan buatan (AI).

Tegas, PM China Sebut AI Harus Tetap Jadi Alat bagi Manusia, Bukan Pengganti

Perdana Menteri Dewan China, Li Qiang menyebut perkembangan kecerdasan buatan (AI) harusnya jadi pembebasan manusia dan bukannya menggantikan manusia

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut