Lingkaran Setan Serangan Berdarah dari Uni Emirat Arab hingga Yaman

Serangan UEA ke Sana'a
Sumber :
  • Aljazeera

VIVA – Perang Yaman sebenarnya menjadi konflik berkelanjutan yang pertama kali terjadi pada tahun 2015. Penyerangan yang disebut sebagai perang saudara ini menyeret dua faksi yaitu Abd-Rabbuh Mansur Hadi yang memimpin pemerintah Yaman dengan gerakan bersenjata Houthi, bersamaan dengan para pendukung dan sekutu mereka. Keduanya menyatakan sebagai pemerintahan resmi Yaman. 

img_title DPR Sorot Rencana Impor 30 Juta Barel Minyak dari UEA, Ini yang Perlu Dikaji Pemerintah

Saat ini pasukan Hutsi sudah mengendalikan ibu kota Sana’a, bersekutu dengan pasukan yang setia terhadap mantan presiden Ali Abdullah Saleh dan sudah melakukan baku tembak dengan pasukan yang setia terhadap Hadi yang bermarkas di Aden. Diketahui bahwa negara yang mendukung pemerintah Yaman adalah Arab Saudi dan UEA, sementara Houthi adalah Iran. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Serangan Berdarah ke UEA

img_title Militer Yaman Hantam Houthi, 307 Petempur Dilumpuhkan dalam 24 Jam, Puluhan Kendaraan Hancur

Serangan Houthi ke UEA

Photo :
  • Aljazeera

Laporan Aljazeera menyatakan setidaknya tiga orang tewas dan enam orang lainnya luka-luka pada saat tiga truk tangki bahan bakar minyak terbakar di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Ledakan tersebut dipicu karena serangan pesawat tak berawak yang diklaim adalah ulah pemberontak Hutsi Yaman pada Senin, 17 Januari 2021 kemarin. Diketahui bahwa UEA sudah menjadi anggota koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi atau Hutsi. UEA sendiri telah resmi mendukung pemerintah Yaman sejak bulan Maret 2015. 

img_title Serangan Houthi ke Pangkalan Militer di Yaman Tenggara Tewaskan 73 Orang

Sementara Saudi Arabia sudah menanggung beban serangan rudal dan pesawat tidak berawak atau drone yang dikirim dari Yaman. Serangan terakhir yang dikirimkan oleh Hutsi ke UEA terjadi pada tahun 2018 silam. Letak UEA sebenarnya jauh dari Yaman dan kedua negara ini tidak berbagi perbatasan, tak seperti perbatasan panjang antara Arab Saudi dengan Yaman. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memang disinyalir sudah lama ada strategi aktif oleh Hutsi untuk tidak menargetkan UEA. Selama beberapa tahun belakangan, UEA juga sudah menghentikan keterlibatan militer langsungnya di Yaman. 

Pasukan militer yang didukung oleh UEA seperti separatis Dewan Transisi Selatan (STC), dan pasukan gabungan yang dipimpin oleh keponakan mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh sebagian besar sudah menghindari serangan kepada Hutsi. Malah STC langsung bentrok dengan pemerintah Yaman dan mengambil alih ibu kota sementara Yaman, Aden pada tahun 2019. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut