Riset: Penerima Vaksin Cenderung Tak Alami Long COVID

Ilustrasi COVID-19.
Sumber :
  • ist

VIVA – Sebuah riset oleh Badan Keamanan Kesehatan Inggris Raya (UKHSA) menemukan bahwa orang-orang yang sudah mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap cenderung tidak mengalami gejala COVID berkepanjangan (long COVID) setelah terinfeksi virus. Penelitian itu menilik 15 studi nasional dan internasional mengenai dampak long COVID.

img_title Dua Pelajar Masih Dirawat, BGN Setop Sementara SPPG Kendari Usai 57 Siswa Sakit

Delapan studi melihat efek vaksinasi yang dilakukan sebelum terjadi penularan dan menemukan bahwa penerima vaksin lebih kecil kemungkinannya mengalami gejala long COVID dibanding orang-orang yang belum divaksin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi vaksin COVID-19

Photo :
  • ANTARA FOTO

img_title Kobaran Api Besar Lalap Gudang Biji Plastik di Bekasi, Truk Ikut Terbakar

"Riset-riset ini menambah potensi manfaat menerima vaksin COVID-19 lengkap. Vaksinasi merupakan cara terbaik untuk melindungi diri sendiri dari gejala parah ketika terinfeksi dan mungkin juga membantu mengurangi dampak jangka panjang," kata ketua vaksinasi UKHSA Mary Ramsay lewat pernyataan.

"Bagi sebagian besar orang, gejala long COVID berlangsung singkat dan sembuh seiring berjalannya waktu. Namun, bagi sejumlah orang gejala tersebut bisa menjadi lebih parah dan mengganggu kehidupan sehari-hari mereka. Apabila Anda mengalami gejala yang tak biasa, terutama selama lebih dari empat pekan setelah infeksi, Anda harus berpikir untuk menghubungi dokter."

img_title Panglima TNI Agus Ungkap Perubahan yang Harus Dilakukan Prajurit Hadapi Perang Modern

Riset-riset itu membandingkan gejala long COVID sebelum dan sesudah vaksinasi. Dari situ ditemukan bahwa gejala penerima vaksin yang terpapar virus membaik ketimbang kondisi memburuk yang dialami orang-orang yang tidak divaksin.

Layanan Kesehatan Nasional (NHS) menyebutkan studi tersebut menjadi pengingat penting tentang kekuatan dan manfaat vaksin dalam mencegah virus dan mencegah layanan kesehatan kewalahan akibat lonjakan dan gelombang pandemi sebelum peluncuran vaksin.

"Dengan lebih dari 10.000 pasien COVID-19 rawat inap - riset ini menjadi pengingat yang pas sekaligus penting bahwa vaksin tetap menjadi perlindungan terbaik kita dalam melawan virus, mengurangi potensi penyakit parah dan efek long COVID," kata direktur medis NHS Stephen Powis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Program vaksin NHS telah membantu mencegah 100.000 lebih pasien rawat inap sejak pertengahan Desember saja, dan jadi NHS sudah jelas, ketika memenuhi syarat dapatkan vaksin Anda segera." (Ant/Antara)

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto di Taman Makam Pahlawan Cikutra, Kota Bandung, Jawa Barat

Panglima TNI Tekankan Satu Hal untuk Selesaikan Konflik Papua

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menilai penanganan konflik di Papua membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, TNI tidak bisa bekerja sendiri.

img_title
VIVA.co.id
20 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut