Mayoritas Warga Jepang Tak Puas dengan Program Vaksin Booster, Mengapa

Bendera Jepang.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Mayoritas warga Jepang berpendapat bahwa program suntikan dosis penguat (booster) vaksin COVID-19 terlalu lambat, demikian menurut sebuah jajak pendapat yang digelar kantor berita Kyodo.

img_title Pria Paruh Baya yang Tewas Usai Bacok Dua Polisi dan Warga di Ciamis Ternyata ODGJ

Survei tersebut juga mengungkapkan bahwa warga Jepang punya pendapat beragam tentang cara Perdana Menteri Fumio Kishida menangani pandemi, termasuk keputusannya pekan lalu yang melonggarkan aturan perbatasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemarahan publik terhadap penanganan pandemi ikut menjadi penyebab turunnya pemerintahan Yoshihide Suga, perdana menteri sebelumnya. Kishida kini menghadapi hal yang sama menjelang pemilihan penting di majelis tinggi parlemen pada Juli.

img_title Tawuran Geng Motor di Makassar Tewaskan Ojol, 19 Orang Jadi Tersangka, Mayoritas Masih di Bawah Umur

Sekitar 73 persen responden dalam jajak pendapat itu selama akhir pekan merasa bahwa kemajuan program booster masih terlalu lambat.

Meski demikian, 54,1 persen responden setuju dengan cara Jepang menangani virus corona secara keseluruhan.

img_title TNI AU Siapkan Jurus Baru Lawan Karhutla, 1,2 Ton Es Kering Dikirim ke Kalimantan

Hingga Jumat, baru sekitar 12 persen populasi di negara itu telah menerima dosis booster. Padahal, hampir 30 persen penduduknya berusia 65 tahun ke atas dan berisiko lebih tinggi jika tidak dilindungi dengan booster. Kishida juga telah berulang kali berjanji untuk mempercepat program tersebut.

Kishida pekan lalu mengaku dirinya belum menerima dosis booster, tapi akan mendapatkannya pada awal Maret.

Jepang sejauh ini termasuk negara kaya yang menerapkan pembatasan paling ketat, namun dikecam oleh pelaku bisnis dan pendidikan.

Hampir separuh dari responden dalam survei dua hari lewat telepon itu mengatakan "terlalu dini" untuk melonggarkan kendali perbatasan.

Perbatasan mulai 1 Maret akan dibuka secara bertahap bagi pengunjung asing, kecuali wisatawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar 45,7 persen mengatakan keputusan itu terlalu cepat, kata Kyodo, sementara 34,9 persen mengatakan "tepat" dan 16,3 persen menyebutnya sudah terlambat.

Secara keseluruhan, dukungan bagi Kishida meningkat sedikit menjadi 56,6 persen meski ketidaksetujuan terhadap pemerintahannya bertambah 2,2 poin menjadi 27,4 persen. (Ant/Antara)
 

Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung Abun Hasbulloh Syambas saat memberikan paparan di Kota Bandung, Jawa Barat

Kasus Korupsi Tanah Bandung Zoo, Kejari Serahkan 6 Bangunan! Ada Rumah Sakit Hewan hingga Restoran

Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bandung menyerahkan sebanyak enam bangunan di kawasan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo kepada Pemerintah Kota Bandung.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut