7 Negara Bertetangga Sering Konflik, Dekat tapi Tidak Akur
- SouthFront
Tiongkok juga kerap ada konflik perihal sengketa yang terjadi di wilayah perairan. Konflik tersebut terjadi dengan bebeberapa negara di Asia Tenggaran. Tidak sampai disitu, ada pun beberapa wilayah di Tiongkok yang masih tidak mau mengafiliasikan diri dengan daratan utama. Wilayah tersebut adalah Taiwan dan Hong Kong.
2. Rusia
Rusia
- pixabay
Berawal dari Uni Soviet membubarkan negaranya pada 1991, terbentuklah Rusia dan Ukraina. Sejak awal pembetukannya, sudah banyak masalah yang kerap membuat hubungan keduanya saling bersitegang satu sama lain.Â
Konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina terjadi adanya krisis krimnya pada tahun 2013 . Kala itu masa menantang keputusan no covers yang menolak kesepakatan untuk integrasi ekonomi yang lebih besar dengan Uni Eropa, hingga pada Februari 2014, parlemen Ukraina melengserkan Yanukovych dari jabatannya.
Pelengserah Yanukovych menyebabkan konflik dalam pemerintahan Ukraina dan terbagi menjadi dua golongan yaitu pendukung Uni Eropa yang berasal dari masyarakat dan politikus Ukraina . Dan pendukung Rusia berasal dari masyarakat dan politikus Rusia.
3. Yunani
Tembok dan struktur tanah yunani.
Diketahui Yunani juga kerap bermasalah dengan beberapa negara tetangganya. Negara pertama adalah Turki, yang konfliknya bisa dirunut berabad-abad tahun lalu terutama dipicu dengan adanya perebutan Hagia Sophia yang sekarang jadi masjid terbesar di Turki.Â
Tidak hanya itu, Yunani juga merupakan salah satu negara yang tidak pernah mendukung tentang keberadaan para pengungsi yang berasal dari Timur Tengah. Hal tersebut lantaran, arus kedatangan mereka yang selalu meningkat dengan terbukanya akses dari Turki.
Belum lagi hubungannya dengan Macedonia yang kini jadi Macedonia Utatra. Dikabarkan hingga kini, Yunani tidak bisa menjalin hubungan baik lantaran suatu hal. Â Hubungan keduanya bisa dibilang cukup pelik.
Yunani mengkau jika negaranya tidak akan mengakui status Macedonia sebagai sebuah negara yang berdaulat. Hal tersebut lantaran bagi Yunani, Macedonia hanyalah sebuah bagian dari lokasi bersejarah Yunani saja. Tidak hanya itu, Al-Banna juga menjadi negara tetangga yang menurut Yunani salah satu sumber masalah.
Mengulang kembali pada tahun 90-an, para warga Albania pergi ke Yunani untuk mengungsi dan berharap di sana bisa mendapatkan suaka politik usai naiknya rezim diktator. Sayangnya, para warga Albania yang hidup di Yunani harus banyak-banyak bersabar. Hal tersebut lantaran, mereka selaku para warga normal di Yunani tidak bisa hidup tenang dan damai.