12 Perang Saudara Paling Berdarah dalam Sejarah Modern
- Al Jazeera
Berikut in adalah contoh-contoh ketika perang saudara berdarah atau paling brutal di era modern. Perang ini benar-benar memakan banyak korban pada populasi. Hal ini bisa berujung pada pelanggaran HAM, apalagi menghambat kemajuan.
Beberapa perang berikut ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun pada suatu waktu. Oleh karena itu, simak lebih dulu tentang 12 perang saudara paling brutal dan berdarah dalam sejarah modern.
12. Perang Bosnia
Bosnia War
Ada beberapa negara yang hanya tinggal menunggu untuk meletus. Hal ini persis terjadi dengan Bosnia selama awal 1990-an. Selama awal 1990-an, kita telah melihat runtuhnya Uni Soviet. Bosnia menjadi negara multi-budaya yang telah mengakibatkan perang saudara. Bahkan, telah dilihat oleh banyak pembela hak asasi manusia sebagai pembersihan etnis.
Bosnia bersama dengan Herzegovina dan bekas republik lainnya di bawah Yugoslavia, menyatakan perang. Serbia Bosnia menyerang terutama penduduk Muslim pada tahun 1992. Perang saudara ini berlangsung selama lebih dari tiga tahun. Perkiraan jumlah korban adalah dari 90.000 hingga 300.000.
Kroasia dan Serbia nasionalis menyerang pedesaan yang dapat dianggap pembersihan etnis. Masalah itu baru diselesaikan oleh PBB setelah serangan udara dan sanksi. Pada akhirnya, kedua belah pihak sepakat untuk membuat perjanjian damai.
11. Kekerasan Sektarian di Pakistan
Pakistan
Ada serangan konstan ke berbagai kelompok di Pakistan. Target yang biasa adalah kelompok Sunni, Syiah, Ahmad, Hindu dan Kristen. Dari 1987 hingga 2007, ada 4.000 kematian antara konflik sektarian Syiah dan Sunni saja. Kelompok yang disalahkan atas serangan sektarian adalah TTP, Kelompok Militan Sunni dan bahkan ISIS.
10. Perlawanan Islam dan Komunisme di Filipina
Islamic Resistance
Satu lagi yang masuk dalam daftar perang saudara berdarah dalam sejarah modern adalah konflik bersenjata Filipina dengan gerilyawan komunis dan Muslim. Filipina akrab dengan konflik bersenjata. Ada banyak pemberontak yang dihadapi oleh pemerintah Filipina.
Untuk memberi Anda latar belakang pemberontakan yang terjadi di Filipina, semuanya dapat ditelusuri selama tahun-tahun Darurat Militer di tahun 60-an dan 70-an. Front Pembebasan Nasional Moro dibentuk hampir pada garis waktu yang sama dengan Partai Komunis Filipina.Â