Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Ini Instruksi Xi Jinping

Presiden China Xi Jinping.
Sumber :
  • The Economic Times

VIVA – Presiden China Xi Jinping mengeluarkan instruksi aksi darurat terkait insiden kecelakaan pesawat penumpang milik maskapai China Eastern Airlines di Daerah Otonomi Guangxi, Senin sore.

img_title Kapolri Minta Vape Diharamkan, MUI Lampung: Fatwa Harus Dilihat dari Segi Dampak ke Masyarakat

Lakukan tindakan secepatnya sesuai mekanisme tanggap darurat, upayakan pencarian dan penyelamatan tanpa kenal lelah, dan lakukan penanganan yang patut setelah kejadian, demikian bunyi instruksi Xi yang beredar di media-media China.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dewan Negara menindaklanjuti instruksi tersebut dengan menunjuk beberapa pejabat untuk menangani peristiwa tersebut, mengidentifikasi penyebab kecelakaan, dan memperkuat penyelidikan bencana sektor penerbangan sipil untuk menjamin keamanan operasional penerbangan dan nyawa penduduk di masa-masa yang akan datang.

img_title Isu Palestina Masuk Agenda Besar, Anak Muda Masjid Siapkan Acara Internasional Libatkan 38 Negara

Perdana Menteri Li Keqiang menyerukan upaya segera untuk pencarian dan perawatan korban luka serta menenangkan keluarga korban.

Pemimpin kabinet China itu juga mendorong departemen terkait untuk mengidentifikasi secara cermat penyebab kecelakaan dan segera mengambil tindakan untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan sipil.

img_title Semeru Masih Siaga, Getaran Banjir Lahar Berlangsung Hampir 4 Jam

Badan Penerbangan Sipil China (CAAC), Kementerian Kegawatdaruratan, dan beberapa departemen terkait mengirimkan satuan tugas ke lokasi kecelakaan.

Pesawat jenis Boeing-737 bernomor penerbangan MU-5735 rute Kunming-Guangzhou jatuh di atas perbukitan Guangxi di wilayah selatan China sekitar pukul 14.00 waktu setempat (13.00 WIB).

Sebanyak 132 orang penumpang dan kru belum diketahui nasibnya sampai saat ini.

Sekitar pukul 15.00, Brigade Pemadam Kebakaran Kota Wuzhou dikerahkan ke lokasi kecelakaan di wilayah Kabupaten Tengxiang, Guangxi.

"Kami telah mengirimkan 25 alat pemadam kebakaran dan 117 petugas ke lokasi. Namun lokasi kejadian sangat terpencil di atas perbukitan, alat pemadam tidak bisa menjangkau dan petugas mendaki ke lokasi kejadian," kata seorang pejabat Brigade Pemadam Kebakaran Wuzhou seperti dikutip laman berita lokal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Insiden tersebut merupakan kecelakaan udara terburuk di China sejak peristiwa jatuhnya pesawat di Yinchun, Provinsi Heilongjiang, pada 2010.

Otoritas penerbangan China pada 19 Februari 2022 merilis bahwa waktu penerbangan sipil yang aman berhasil melampaui 100 juta jam, catatan terbaik dalam sejarah industri penerbangan sipil China. (Ant/Antara)

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffery Hendrik

Indonesia dan India Punya Aturan Tak Biasa soal Saham, Ini yang Diungkap BEI

BEI mengungkap Indonesia dan India jadi dua negara di dunia yang membuka informasi kepemilikan saham kepada publik untuk pemegang saham dengan porsi di atas 1 persen.

img_title
VIVA.co.id
1 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut