7 Fakta Fatima Al-Fihri, Pendiri Universitas Pertama di Dunia
- https://en.vestikavkaza.ru/
VIVA – Pendiri Universitas pertama di dunia ternyata bukan datang dari seorang pria, melainkan sosok wanita yang sangat menginspirasi. Wanita itu adalah Fatima Al-Fihri. Fatima Al-Fihri, salah satu wanita yang berhasil menjadi pendiri universitas pertama di dunia ini terkenal sangat intelektual, cerdas dan juga dermawan pada masanya.
Fatima al-Fihri mendirikan universitas pertama di dunia yang terus memberikan gelar, Universitas al-Qarawiyyin, sebuah institut yang telah memberikan pendidikan bagi banyak filsuf dan cendekiawan yang kemudian berkontribusi secara signifikan untuk pengetahuan kumulatif kemanusiaan.
Universitas yang dibangun Fatima Ala-Fihri
Nama Fatima Al-Fihri berhasil mencetak catatan sejarah dengan aksinya. Di mana dirinya berhasil menjadi pendiri universitas pertama di dunia. Lebih dari 1.000 tahun yang lalu, dedikasi dan visi seorang wanita Muslim ini meletakkan dasar bagi institusi pendidikan tinggi pertama di dunia yang terus memberikan gelar hingga hari ini.
Pendiri universitas pertama yang dikenal di dunia, Fatima al-Fihri sebagaimana diakui oleh Guinness World Records dan UNESCO yaitu Universitas al-Qarawiyyin di Fez, Maroko. Â Universitas Al Qarawiyyin didirikan 12 abad yang lalu oleh Fatima al Fihri
Lahir di Tunisia sekitar tahun 800 M, sangat sedikit yang diketahui tentang kehidupan awal Fatima. Tetapi dikatakan bahwa sekitar awal 800-an M , Fatima bermigrasi dengan ayah dan saudara perempuannya, Mariam, dari Qayrawan (juga dikenal sebagai Kairouan) di Tunisia ke Fez di Maroko, sebuah kota berkembang yang dianggap sebagai pusat agama Islam yang dipenuhi ribuan orang migrasi Muslim dari Afrika dan Timur Tengah. Â
Ayah Fatima, seorang saudagar kaya yang menghargai pendidikan, mendorong putrinya untuk selalu belajar dan mengenyam pendidikan. Baik Fatima maupun Mariam dididik dengan baik dalam mata pelajaran, seperti arsitektur dan sains dan sangat religius.
Setelah kematian ayah mereka, Fatima dan Mariam sama-sama mewarisi kekayaan yang sungguh banyak. Para suster ingin menginvestasikan uangnya untuk memberi manfaat bagi komunitas Islam dan kota Fez, rumah angkat mereka. Dengan banyaknya pengungsi Muslim yang melanda kota, masjid-masjid di Fez tidak dapat menampung peningkatan jumlah jamaah. Â