5 Negara Paling Sering Batal Puasa, Ada yang 23 Jam Tahan Lapar
- U-Report
1. Reykjavik, Islandia
Umat Muslim di Reykjavik, Islandia, sebaliknya, bisa berpuasa paling lama, dengan waktu antara fajar dan matahari terbenam diperkirakan selama 16 jam 50 menit. Hal tersebut terjadi karena adanya kemiringan sumbu rotasi bumi dalam mengitari matahari.Â
Di mana hal ini mengakibatkan durasi lamanya puasa di seiap negara menjadi beragam. Di Islandia, puasa Ramadhan pada tahun 2018 pernah mencapai 22 jam.
Adanya kemiringan sumbu rotasi bumi tersebut membuat beberapa negara menerima cahaya matahari yang jauh lebih lama dibandingkan negara lainnya. Khususnya, bagi negara-negara yang terletak belahan bumi utara garis khatulistiwa.
2. Ukraina
Ukraina menjalani ibadah puasa selama Ramadhan dengan waktu 18 jam. Â Waktu ibadah puasa yang jauh lebih lama dibandingkan di Indonesia.Â
Menurut beberapa sumber, jika waktu sahur di Ukraina sekitar pukul 03.00 hingga 21.00. Lamanya waktu puasa di Ukraina justru membuat persaudaraan antarumat muslim di sana semakin kuat.
Tidak hanya itu menariknya lagi, karena waktu lama dalam menjalankan ibadah puasa, tak sedikit para warga Ukraina dibuat menyerah dengan waktu puasa yang cukup lama. Ditambah dengan adanya peperangan yang terjadi saat ini.
3. Kanada
Negara paling sering batal puasa selanjutnya ada di Kanada, lantaran memiliki waktu puasa sangat lama.Â
Waktu puasa di Kanada dapat mencapai 19 jam sehari. Muslim di Kota Toronto menjalani puasa selama 16 jam, sedangkan umat Muslim di Kota Edmonton menjalani puasa selama 19 jam sehari.
4. Turki
Untuk Turki sendiri memiliki waktu selama 17 jam sehari dalam menunaikan ibadah puasanya.
5. Rusia
Selain Ukraina, Rusia juga memiliki waktu puasa dengan waktu sangat lama, yaitu 19 jam setiap harinya. Sedangkan di Kota Murmansk waktu puasa mencapai 20,45 jam sehari.
Memiliki wilayah yang bisa dibilang sangat luas, membuat waktu puasa di negara tersebut sangatlah beraneka ragam.