9 Organisasi Ekstrem Terkaya di Dunia, Pendapatannya Triliunan
- Antara Via REUTERS/SOCIAL MEDIA)
3. Hamas
Tidak semua negara di dunia mengkategorikan Hamas sebagai organisasi teroris. Negara yang jelas menyebut Hamas teroris antara lain yakni Uni Eropa, Israel, dan Amerika Serikat. Sementara Indonesia melihat Hamas sebagai realitas politik semata. Hamas merupakan organisasi asal Palestina, Islam Sunni yang populer yang menentang pendudukan Zionis di Palestina. Hamas memiliki total pendapatan tahunan USD Â 700 juta atau Rp 9,8 triliun.
Meskipun menurut ringkasan dalam laporan PBB, intensifikasi keamanan yang datang dengan perebutan kekuasaan Hamas atas Gaza membawa kekacauan ekonomi langsung. Bahkan menurut Bank Dunia, tingkat pengangguran di Gaza  pada saat itu tertinggi di dunia dan mencapai lebih dari 40 persen.
Namun terlepas dari situasi bencana di Gaza, Hamas berhasil menghasilkan banyak sumber pendanaan dari penduduk miskin di sana, menghasilkan puluhan juta dolar setiap bulan. Jaringan pajak yang canggih dan rumit mengalihkan aliran modal yang signifikan ke Gaza sebagai bantuan.
Selain itu, Hamas menjalankan ratusan bisnis yang memonopoli berbagai bidang mulai dari real estate hingga keamanan, perbankan, dan bahkan hotel dan pariwisata. Bersama dengan pajak, ratusan juta dolar mengalir ke akun organisasi teroris ini setiap tahun sebagai sumbangan pribadi dari pemilik bisnis atau berbagai masyarakat dari seluruh dunia.
4. Al-Qaeda
Kelompok teroris Al Qaeda yang mengatasnamakan agama islam, dengan memiliki total pendapatan tahunan USD 300 juta atau Rp 4,2 triliun. Al-Qaeda berada di bawah payung fundamentalis, menurut Laporan Negara Departemen Luar Negeri AS tentang Terorisme, sejumlah cabang utama meliputi: Al-Qaeda di Maghreb Islam (Libya, Aljazair, Pantai Gading, Mali, Nigeria, Tunisia dan Burkina Faso), Al-Qaeda di Semenanjung Arab (Yaman dan Arab Saudi), Al-Qaeda di Semenanjung India (India, Pakistan dan Bangladesh), al-Shabaab (Somaia) dan Tahrir al-Sham (Suriah).
Dalam memperoleh pendapatan Al-Qaeda mengeksploitasi ketidakstabilan kawasan yang diteror, selain itu mereka berurusan dengan perdagangan ilegal obat-obatan terlarang, senjata, mobil dan manusia dan memiliki cabang perdagangan ilegal rokok dan tembakau yang menguntungkan.
Menurut PBB mencapai sekitar 60 miliar rokok pasar gelap setiap tahun, yang sebagian besar mengalir langsung ke organisasi kriminal dan teroris yang mengendalikan wilayah. Serta Al-Qaeda melalkukan penculikan untuk pembayaran tebusan juga merupakan sumber pendapatan yang besar bagi kelompok tersebut, yang mendatangkan tambahan jutaan dolar setiap tahun.