7 Fakta Negara Timor Leste, dari Operasi Seroja Hingga Referendum
- Phinemo.com
VIVA – Mendengar nama Timor Leste, tentu sudah tidak asing lagi bagi kamu, khususnya kita yang tinggal di Indonesia, Negara ini pernah dijajah oleh portugis pada abad ke-16, dan dikenal sebagai Timor Portugis.
Kita juga telah mengetahui Negara Timor Leste awalnya adalah wilayah NKRI sebelum akhirnya memisahkan diri dari ibu pertiwi. meski demikian Negara ini masih sangat bergantung dengan Indonesia.
Dikutip dari berbagai sumber berikut VIVA telah merangkum beberapa fakta tentang Negara Timor Leste:
1. Dijajah bangsa Portugis
Perlu kamu ketahui, Negara yang dulunya adalah wilayah Indonesia ini memiliki latar belakang sejarah yang berbeda dari Indonesia, terutama dalam konteks kolonialnya.
Negara yang terletak di utara Australia ini memiliki sejarahnya sendiri. Pada tahun 1509 para pedagang dari Portugis tiba di Timor Leste hingga tahun 1511. Seperti Belanda di Indonesia, para pedagang asal Portugis ini awalnya datang demi rempah-rempah.
Selain itu portugis juga membangun tempat ibadah, sekolah dan mengenalkan ajaran agama Katolik di Timor Leste. Tidak hanya itu, bahasa Portugis juga menjadi bahasa sehari-hari di sana.
Kemudian pada tahun 1642 kegiatan dagang yang dilakukan Portugis berubah. Francisco Fernandes memimpin pasukan Topasses memulai ekspedisi militer hingga satu persatu raja-raja pulau Timor ditaklukkan.
2. Perjanjian Lisbon 1859
Diketahui Portugis bukan pemain tunggal di pulau Timor, Belanda diketahui saat itu juga menduduki pulau Timor, hingga Portugis memindahkan pangkalannya ke bagian timur, demi meminimalisir ancaman.
Hingga pada tahun 1859 dibuat perjanjian Lisbon antara Portugis dan Belanda, yang membagi dua wilayah pulau Timor di sebelah barat Hindia Belanda dan di sebelah Timur Portugis.
3. Revolusi Anyelir 1974
Revolusi Anyelir berasal dari fakta bahwa tidak ada tembakan yang diletuskan dan orang-orang mulai turun ke jalanan untuk merayakan akhir kediktatoran dan perang di wilayah-wilayah jajahan Portugis ini. Bunga anyelir diletakkan di moncong senjata dan juga di seragam.
Peristiwa ini secara efektif mengubah rezim Portugis dari kediktatoran otoriter menjadi demokrasi, dan menghasilkan perubahan besar pada sendi-sendi sosial, ekonomi, kewilayahan, kependudukan, dan politik di negara ini.