Kabar Ukraina: Menyerahnya Petempur Mariupol Hingga Krisis Pangan

VIVA Militer: Penyerahan diri tentara Ukraina kepada pasukan Rusia di Mariupol
VIVA Militer: Penyerahan diri tentara Ukraina kepada pasukan Rusia di Mariupol
Sumber :
  • blazetrends.com

VIVA – Rusia mengatakan 959 petempur Ukraina, 80 di antaranya terluka, telah menyerahkan diri dari bungker dan terowongan di bawah pabrik baja Azovstal di Mariupol sejak Senin. Ukraina mengatakan telah memerintahkan para petempur di Mariupol untuk mundur tapi menolak berkomentar tentang nasib mereka.

Sementara itu, Pasukan pertahanan teritorial Ukraina mengatakan para petempurnya telah meledakkan sebuah kereta lapis baja yang membawa tentara Rusia, tetapi penasihat Presiden Volodymyr Zelinskyy kemudian mengatakan serangan itu hanya mengenai rel-rel di dekat kereta.

Rusia mengaku menggunakan senjata laser generasi baru untuk menjatuhkan pesawat nirawak sebagai upaya menghadapi pasokan senjata Barat ke Ukraina. Rusia juga mengatakan mereka menarik staf kedutaan dari Prancis, Spanyol dan Italia sebagai balasan atas tindakan serupa oleh negara-negara itu.

VIVA Militer: Proses evakuasi jenazah tentara Ukraina

VIVA Militer: Proses evakuasi jenazah tentara Ukraina

Photo :
  • nytimes.com

Adapun, Finlandia dan Swedia secara resmi mengajukan diri bergabung dengan aliansi NATO, dipicu oleh invasi Rusia di Ukraina, tetapi mereka menghadapi penentangan dari Turki.

Menteri Keuangan Amerika Serikat Janet Yellen mengatakan sanksi Barat terhadap Rusia telah berdampak besar tetapi pemerintah AS tidak punya kewenangan untuk menyita aset bank sentral Rusia seperti yang diusulkan sejumlah kalangan. Amerika Serikat mengatakan pihaknya membuka kembali kedutaan besar di ibu kota Ukraina, Kiev.

Menteri Keuangan Jerman, Christian Lindner, meyakini Kelompok Tujuh (G7) bisa menyepakati bantuan bagi Ukraina, yang menurutnya memerlukan dana senilai puluhan miliar euro dalam beberapa bulan ke depan.

Komisi Eropa meluncurkan rencana senilai 210 miliar euro (Rp3,10 kuadriliun) agar Eropa bisa mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil dari Rusia pada 2027, dan mempercepat transisi ke energi hijau.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan dirinya "melakukan kontak secara intens" dengan Rusia, Ukraina, Turki, AS dan Uni Eropa dalam rangka memulihkan ekspor biji-bijian Ukraina ketika krisis pangan dunia memburuk. Bank Dunia mengatakan pihaknya akan menyediakan 30 miliar dolar AS (Rp441,71 triliun) untuk membantu mengatasi krisis pangan. (Ant/Antara)