Kasus Penembakan di AS Meningkat, Kemlu RI Imbau WNI Waspada

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha
Sumber :
  • Zoom Meeting Kemlu RI

VIVA – Penembakan yang terjadi di Amerika Serikat (AS) akhir-akhir ini membuat khawatir masyarakat yang berada di negara itu. Baru-baru ini saja sudah ada dua penembakan massal yang terjadi di AS, yakni di toko kelontong, Buffalo, New York, dan satu lagi di sebuah gereja komunitas Taiwan yang berada di California, AS.

Gereja untuk komunitas Taiwan tersebut ternyata juga digunakan untuk komunitas gereja Protestan Indonesia. Pada penembakan yang terjadi di gereja Taiwan pada Minggu 15 Mei 2022, Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI mengatakan bahwa saat penembakan itu tidak ada kegiatan dari komunitas gereja Protestan Indonesia, dan tidak ada korban jiwa WNI.

Lokasi penembakan massal di Buffalo, AS. Diduga bermotif rasial.

Lokasi penembakan massal di Buffalo, AS. Diduga bermotif rasial.

Photo :
  • AP Photo.

“Saat kejadian, tidak ada kegiatan dari komunitas Protestan Indonesia dan tidak ada korban WNI,” ujar Judha dalam press briefing melalui Zoom Meeting, Kamis 19 Mei 2022.

Untuk menghindari kasus serupa, Pemerintah Indonesia berusaha untuk menjalin komunikasi intensif, dan mengadakan pertemuan dengan komunitas masyarakat Indonesia, serta berkoordinasi dengan otoritas setempat terutama otoritas keamanan.

Dalam hal ini, pemerintah Indonesia memberikan imbauan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di daerah tersebut dan di AS untuk tetap berhati-hati dan segera melapor diri ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang berada di AS jika terjadi sesuatu.

“Imbauan kita minta agar warga negara kita tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, menghindari berjalan sendirian, gunakan body system (berjalan bersama teman), hindari tempat-tempat yang rawan, dan jika terjadi keadaan darurat segera hubungi otoritas keamanan setempat dan juga perwakilan RI yang berada di wilayah terdekat,” ujarnya.

Judha menambahkan bahwa WNI dapat menghubungi KBRI melalui nomor hotline dan untuk melaporkan kasus, WNI dapat melapor melalui online.

“Kita telah memiliki portal peduli WNI, bisa diakses di peduliwni.kemlu.go.id atau melalui aplikasi Safe Travel Kemlu RI yang bisa di download di Appstore ataupun Playstore. Di situ semua informasi dan nomor hotline bisa diakses, termasuk laporan darurat yang nanti segera bisa direspon oleh perwakilan kita,” kata Judha.