Joe Biden Akan Bertemu Presiden Korsel Yoon, Bahas Ancaman Korut

Presiden AS Joe Biden.
Presiden AS Joe Biden.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/REUTERS/Evelyn Hockstein/AWW/djo

Yoon telah mengisyaratkan bahwa dia akan mengambil sikap yang lebih keras terhadap Korea Utara daripada pendahulunya dan diperkirakan meminta bantuan Biden.

Yoon telah memperingatkan serangan pendahuluan jika ada tanda-tanda serangan akan segera terjadi. Ia berjanji untuk memperkuat kemampuan persenjataan Korea Selatan.

Korea Utara telah mengungkapkan wabah COVID-19 dalam seminggu terakhir, tapi mengabaikan seruan untuk kembali berdiplomasi. Washington mengatakan terbuka untuk pembicaraan langsung kapan saja dengan Kim, tapi belum secara terbuka menawarkan ide-ide baru tentang bagaimana membujuk pemimpin negara itu kembali berunding.

Biden memutuskan tidak berkunjung ke zona demiliterisasi yang dijaga ketat yang memisahkan Korea Selatan dari Korea Utara. Melawan kehadiran China di kawasan itu adalah tema utama Biden dalam kunjungan tersebut, tapi Korea Selatan kemungkinan akan memperingatkan sikap kehati-hatian mengenai topik tersebut mengingat Beijing adalah mitra dagang utama Seoul.

Korea Selatan juga diperkirakan menjadi salah satu anggota perdana Kerangka Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) Biden, yang akan diumumkan selama lawatannya. Kerangka tersebut akan menetapkan standar tenaga kerja, lingkungan, dan rantai pasokan.

Ketika ditanya tentang penentangan Beijing terhadap IPEF, Yoon mengatakan bahwa bergabung dengan kerangka kerja itu tidak harus bertentangan dengan hubungan ekonomi Korea Selatan dengan China. "Tidak perlu melihatnya sebagai kalah atau menang," katanya.

Hyundai Motor Co telah merealisasikan rencana membangun pabrik manufaktur kendaraan listrik baru di Amerika Serikat, dan pengumuman pembangunan pabrik itu kemungkinan bertepatan dengan kunjungan Biden. (Ant/Antara0