Menhan Jepang Kecam China dan Rusia Langgar Aturan Internasional

VIVA Militer: Tentara Rusia di latihan gabungan militer China.
VIVA Militer: Tentara Rusia di latihan gabungan militer China.
Sumber :
  • Militer China

VIVA – Manuver China dan Rusia telah mempertajam kekhawatiran keamanan di Asia Timur, kata Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi. Dia menegaskan bahwa Tokyo akan berada di garis depan ketika negara-negara berkemampuan nuklir tersebut mencoba mengubah norma internasional.

"Jepang dikelilingi oleh aktor yang memiliki, atau sedang mengembangkan, senjata nuklir, dan yang secara terbuka mengabaikan aturan," kata Kishi dalam pertemuan yang membahas isu keamanan Asia, Shangri-La Dialogue, yang diselenggarakan di Singapura pada Sabtu 11 Juni 2022.

Pada bulan Mei, China dan Rusia melakukan patroli udara bersama di perairan dekat Jepang dan Taiwan, yang  pertama kalinya sejak invasi Rusia ke Ukraina.

Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi.

Menteri Pertahanan Jepang, Nobuo Kishi.

Photo :
  • Istimewa

"Operasi militer bersama antara dua kekuatan militer yang kuat ini tidak diragukan lagi akan meningkatkan kekhawatiran di antara negara-negara lain," ujar Kishi.

Selain itu, kata Kishi, keamanan dan stabilitas Selat Taiwan juga penting bagi keamanan Jepang, dan dunia yang lebih luas. Ia menyebut China sebagai "negara yang menjadi perhatian".

Invasi Rusia ke Ukraina, yang disebut Moskow sebagai "operasi militer khusus", telah membuat khawatir Tokyo, karena hal itu dapat membentuk kekuatan militer sebagai cara untuk menyelesaikan perselisihan internasional, dan mendorong China untuk mencoba dan menguasai Taiwan, yang terletak dekat dengan Jepang dan wilayah jalur maritim perdagangan yang menyokong perekonomiannya.