3 Keistimewaan Kota Madinah

Masjid Nabawi di Kota Madinah Arab Saudi
Masjid Nabawi di Kota Madinah Arab Saudi
Sumber :
  • SPA

VIVA – Kota Madinah terletak di tengah padang pasir yang subur. Di sebelah barat laut kota ini dikelilingi oleh bukit Silaa. Di sebelah selatan dipagari oleh bukit E’ir dan Wadi al-Aqiq, Di sebelah utara dibatasi oleh Jabal Uhud, Jabal sur, dan Wadi Qanat. Sementara di sebelah timur dihadang kawasan Tanah Hitam (Harrah) Waqim Asy Syariyyah, dan di sebelah barat dibatasi Harrah Wabrah al-Gharbiyyah. 

Rasulullah SAW menjadikan Madinah sebagai tanah haram atau Tanah Suci setelah Mekah al-Mukarramah. 

Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari, Nabi Muhammad SAW bersabda: Sesungguhnya Nabi Ibrahim telah mengharamkan Mekah dan berdoa untuknya dan aku mengharamkan Madinah sebagaimana Nabi Ibrahim mengharamkan Mekah dan aku berdoa untuk keberkahan Madinah, baik dalam mud maupun sa’-nya, sebagaimana Nabi Ibrahim AS berdoa untuk Mekah (HR. Bukhari dan Muslim). 

Menurut sebuah riwayat: Dari Anas RA: Sesungguhnya Nabi SAW berdoa: Ya Allah jadikanlah keberkahan kota Madinah dua kali lipat daripada keberkahan yang Engkau berikan kepada kota Mekah (HR. Muttafaq ‘Alaih). 

Seperti dikutip dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umrah terbitan Kementerian Agama RI, keistimewaan atau kelebihan Madinah antara lain:

1. Kota ini sangat permai karena jumhur ulama, seperti Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Ahmad menyatakan bahwa hukum menangkap binatang buruan dan menebang pohon yang tumbuh di Madinah haram berdasarkan hadis Nabi SAW: Sesungguhnya Nabi Ibrahim memuliakan Mekah, dan aku memuliakan Madinah di antara dua tanah hitamnya, jangan ditebang pohon-pohonnya dan jangan ditangkap binatang buruannya. (HR. Muslim)

2. Kota ini sangat aman karena Allah, malaikat, dan semua manusia akan melaknat orang-orang yang melakukan kezaliman atau kemaksiatan di Madinah sebagaimana sebuah hadis Nabi Muhammad SAW: Madinah adalah tanah haram, letaknya di antara bukit E’ir dan bukit Tsur. Barang siapa yang melakukan kedzaliman (kemaksiatan) di dalamnya, maka baginya laknat Allah, Malaikat dan manusia seluruhnya dan semua amal baiknya yang wajib maupun yang sunat tidak akan diterima oleh Allah pada hari kiamat.’’ (HR. Bukhari dan Muslim).