Presiden Panama Idap Penyakit Kelainan Darah Langka

Presiden Panama Laurentino Cortizo saat berbicara pada 1 Juli 2019
Sumber :
  • ANTARA/Reuters/Erick Marciscano/as

VIVA – Presiden Panama Laurentino Cortizo mengatakan bahwa dia telah didiagnosis dengan kelainan darah langka yang dikenal sebagai sindrom mielodisplastik (myelodysplastic) dan akan mencari pendapat medis kedua.

img_title Eks Kadis Kominfo Sulut dan Mantan Pejabatnya Ditahan, Terseret Kasus Korupsi Dana Publikasi Media

Sindrom mielodisplastik dianggap sejenis kanker yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk membuat sel darah yang sehat di sumsum tulang, menurut American Cancer Society.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Cortizo mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin (20/6), bahwa prognosisnya "berisiko sedang" dan dia "dalam semangat yang baik".

img_title Menhan Sjafrie Tak Gentar Hadapi Perlawanan, Tegaskan Penertiban Kawasan Hutan Tetap Jalan!

Dia pun akan melanjutkan tugas sehari-harinya sebagai presiden.

Cortizo mengatakan dia menerima diagnosis itu pada 16 Juni setelah pemeriksaan darah rutin pada Mei menunjukkan penurunan hemoglobin dan jumlah sel darah putih. Setelah itu, dokter merekomendasikan biopsi sumsum tulang.

img_title Geger Penembakan di Deli Serdang! Korban Tewas, Pelaku Malah Kecelakaan Saat Kabur

Dia akan menerima opini kedua dari dokter spesialis di Houston, Texas, setelah menyampaikan pidato kenegaraan tahunan di Majelis Nasional Panama pada 1 Juli, katanya.

Terlepas dari diagnosisnya, pria berusia 69 tahun itu mengatakan bahwa dokternya menilai dia dalam "kondisi umum yang sangat baik."

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perawatan untuk sindrom mielodisplastik dapat berupa transfusi darah hingga kemoterapi atau transplantasi sel induk, menurut National Health Service di Inggris.

Cortizo tidak menjelaskan apakah dia akan menjalani perawatan.(Ant/Antara)
 

Ilustrasi anak sakit.

Anak Sakit Serius, Orang Tua Juga Rentan Stres: Mengapa Dukungan Emosional Penting?

Pengobatan penyakit serius pada anak tidak hanya menjadi tantangan bagi pasien, tetapi juga bagi orang tua yang harus mendampingi selama proses perawatan.

img_title
VIVA.co.id
24 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut