Koalisi Buruh Ungkap 149 WNI Tewas di Tahanan Imigrasi Sabah Malaysia

Ilustrasi penjara.
Ilustrasi penjara.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Koalisi Buruh Migran Berdaulat (KBMB) mengungkapkan ada 149 warga negara Indonesia meninggal dunia di 5 pusat tahanan imigrasi di Sabah, Malaysia. Kasus kematian di dalam pusat tahanan imigrasi terjadi secara terus menerus di kelima Depot Tahanan Imigrasi (DTI) di Sabah. 

Menurut lembaga tersebut berdasarkan data yang didapatkan dari Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, jumlah warga negara Indonesia yang meninggal di seluruh pusat tahanan imigrasi di Sabah pada tahun 2021 sebanyak 101, dan Januari–Juni 2022 sebanyak 48 orang.

KBMB melakukan sembilan kali aktivitas pemantauan mengenai kondisi buruh migran asal Indonesia dan keluarganya yang dideportasi dari 5 pusat tahanan imigrasi di Sabah, Malaysia, ke Nunukan, Kalimantan Utara.

"Dari seluruh pemantauan yang kami lakukan selama dua tahun terakhir, temuan yang paling mengerikan adalah tingginya akan kematian di dalam pusat tahanan imigrasi yang dialami oleh buruh migran asal Indonesia dan keluarganya," kata KBMB dikutip dari keterangan persnya, Senin 27 Juni 2022. 

Dari hasil berbagai wawancara, mereka juga mengetahui bahwa seluruh Depot Tahanan Imigrasi di Sabah, dengan sengaja menelantarkan tahanan yang sakit dan tidak menyediakan pelayanan kesehatan tepat waktu, sehingga menyebabkan penyakit tahanan berkembang menjadi serius dan berakibat fatal.

KBMB mengungkapkan kondisi buruk di pusat tanahan imigrasi Sabah. Seluruh deportan bercerita dengan geram soal betapa buruknya kualitas makanan yang disajikan. Bukan saja porsi-nya yang tidak cukup dan seringkali telat diantar, kualitas makanannya pun dinilai buruk, seringkali basi, mentah, berbau, dan hambar.

Kondisi buruk di dalam pusat tahanan imigrasi membuat tahanan dengan cepat berubah menjadi pasien. Namun seluruh pusat tahanan imigrasi di Sabah gagal dalam menyediakan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan dasar. Tidak ada satupun pusat tahanan imigrasi yang memiliki klinik dan petugas kesehatan.