Rusia Pamer Dua Helikopter Serang Ka-52 Alligator

Helikopter serang Ka-52 bernama Alligator.
Helikopter serang Ka-52 bernama Alligator.
Sumber :
  • Istimewa

VIVA – Rusia telah merilis gambar yang menunjukkan helikopter serang Ka-52 bernama "Alligator". Rilis gambar tersebut terjadi beberapa jam setelah Ukraina menunjukkan gambar pasukan terjun payungnya menjatuhkan satu helikopter Rusia dari langit dengan peluncur roket buatan Inggris.

Melansir dari Newsweek, Rabu 29 Juni 2022, dua helikopter serang Rusia diduga lepas landas dari sebuah pangkalan di lokasi yang dirahasiakan, lalu melepaskan tembakan ke sasaran yang tidak ditentukan.

Setelah melepaskan persenjataan rudal dan persenjataan berat mereka, salah satu helikopter serang Rusia dapat terlihat kembali ke pangkalan. Saat ini tidak jelas apakah helikopter serang kedua adalah yang ditembak jatuh oleh pasukan terjun payung Ukraina menggunakan sistem rudal Starstreak buatan Inggris.

Rekaman itu diperoleh dari Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa, 28 Juni 2022, bersama dengan pernyataan yang mengklaim bahwa gambar-gambar itu menunjukkan "karya tempur kru pengintaian Ka-52 'Alligator' dan helikopter serang dari penerbangan militer Angkatan Udara Rusia di  zona operasi militer khusus."

Mereka juga mengklaim bahwa Alligator adalah sebuah helikopter untuk dukungan langsung pasukan di medan perang, yang mampu menyerang target apa pun menggunakan alat deteksi dan penunjukan target modern.

Rusia menginvasi Ukraina pada 24 Februari 2022, dalam apa yang terus disebut Kremlin sebagai operasi militer.

Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina melaporkan bahwa antara 24 Februari dan 28 Juni 2022, Rusia telah kehilangan sekitar 35.250 personel, 1.567 tank, 3.704 kendaraan tempur lapis baja, 778 unit artileri, 243 sistem peluncuran roket ganda, 102 sistem pertahanan udara, 217 pesawat tempur.  , 185 helikopter, 636 drone, 139 rudal jelajah, 14 kapal perang, 2.589 kendaraan bermotor dan tanker bahan bakar,  serta 61 unit peralatan khusus.

Serangan rudal Rusia di sebuah pusat perbelanjaan di pusat kota Ukraina Kremenchuk telah digambarkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebagai salah satu tindakan teroris paling berani dalam sejarah Eropa. 

Lebih dari 1.000 orang dikatakan telah berada di dalam gedung ketika terkena rudal, dengan 20 dilaporkan tewas dan setidaknya 40 warga sipil hilang pada Selasa sore.