Dua Warga Meksiko Jadi Tersangka atas Kematian 51 Migran di Texas

Kantong mayat tergeletak di tempat di mana sebuah trailer traktor dengan banyak mayat ditemukan di San Antonio, Amerika Serikat.
Kantong mayat tergeletak di tempat di mana sebuah trailer traktor dengan banyak mayat ditemukan di San Antonio, Amerika Serikat.
Sumber :
  • AP Photo/Eric Gay

VIVA – Dua warga Meksiko menjadi tersangka dalam kasus kematian sedikitnya 51 migran yang terperangkap di dalam truk trailer tertutup di Texas, Amerika Serikat, kata pihak berwenang, Selasa 28 Juni 2022. Para korban, 39 pria dan 12 wanita, ditemukan tewas, pada Senin 27 Juni 2022, di pinggiran San Antonio, Texas, dalam tragedi penyelundupan manusia paling mematikan itu.

Para penyidik melacak STNK truk itu ke sebuah alamat di San Antonio yang kemudian mereka awasi. Kedua tersangka yang bernama Juan Francisco D'Luna-Bilbao dan Juan Claudio D'Luna-Mendez pernah didakwa atas kepemilikan senjata api ketika tinggal di AS secara ilegal, menurut dokumen pengadilan dan pihak berwenang.

Kantong mayat tergeletak di tempat di mana sebuah trailer traktor dengan banyak mayat ditemukan di San Antonio.

Kantong mayat tergeletak di tempat di mana sebuah trailer traktor dengan banyak mayat ditemukan di San Antonio.

Photo :
  • AP Photo/Eric Gay

Kedua tersangka ditangkap secara terpisah ketika mereka keluar dari tempat itu. Tersangka ketiga, seorang warga AS yang mengemudikan truk itu, juga dibawa ke tahanan dan akan diseret ke pengadilan. Namun, dia masih dirawat di rumah sakit hingga Selasa malam, kata seorang pejabat Meksiko.

Truk trailer tersebut diparkir di pinggiran San Antonio.Di kawasan itu, suhu udara mencapai 39,4 derajat Celcius. Mayat-mayat ditemukan di dalam kendaraan itu dan berserakan di beberapa blok, setelah pintu belakang trailer dibuka, menurut seorang penegak hukum setempat, Selasa.

Pihak berwenang mengatakan tidak ditemukan persediaan air atau alat pengatur suhu di dalam truk itu. Para pejabat mengatakan ada "tumpukan mayat" dan tubuh beberapa migran terasa panas saat disentuh.

"Sulit untuk dikatakan," kata Wali Kota San Antonio Ron Nirenberg kepada MSNBC.