Istri dan Putri Joe Biden Akan Dikenakan Sanksi oleh Rusia

Presiden AS Joe Biden, dan istri Jill Biden.
Presiden AS Joe Biden, dan istri Jill Biden.
Sumber :
  • AP Photo/Marcio Jose Sanchez.

VIVA – Istri dan putri Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden adalah tokoh AS terkemuka terbaru yang masuk daftar hitam Rusia, sebagai pembalasan atas sanksi Washington terhadap Moskow. Di bagian atas daftar sanksi Kementerian Luar Negeri Rusia yang diumumkan pada Selasa 28 Juni 2022, ibu negara Jill Biden dan putrinya Ashley Biden akan terkena sanksi dari Rusia.

Selain itu, dalam daftar 25 sanksi keras dari Rusia ada senator Republik Mitch McConnell (R-KY), Susan Collins (R-ME), Chuck Grassley (R-IA) dan Ben Sasse (R-NE) yang masuk ke dalam daftar hitam Moskow.

“Senator Demokrat Kirsten Gillibrand (D-NY) dan Martin Heinrich (D-NM) juga ada dalam daftar yang dibuat sebagai tanggapan atas sanksi AS yang terus meluas terhadap tokoh politik dan publik Rusia,” kata pejabat Rusia, dikutip dari Newsweek, Rabu 29 Juni 2022.

Mereka yang ada dalam daftar sanksi Rusia,  dilarang memasuki negara itu tanpa batas waktu yang ditentukan. Sanksi tersebut juga menyeret sosiolog dan sejarawan yang menurut Moskow bertanggung jawab atas kebijakan Russophobia (phobia Russia/anti-Rusia).

Daftar sanksi tersebut termasuk profesor Universitas Stanford, Francis Fukuyama, yang terkenal dengan bukunya "The End of History and the Last Man", Kathryn Stoner, direktur pelaksana Morgan Stanley, Jacob Nell, dan tokoh-tokoh akademisi lainnya.

Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan daftar itu bertujuan untuk menargetkan mereka yang terlibat dalam kelompok McFaul-Yermak, yang menurut Moskow berada di balik pembatasan anti-Rusia.

Kelompok McFaul-Yermak mengacu pada rekomendasi sanksi terhadap Rusia yang diajukan oleh mantan duta besar AS untuk Moskow, Michael McFaul, dan kepala kantor kepresidenan Ukraina, Andriy Yermak.