Keutamaan Masjidil Haram

Kabah, Masjidil Haram, Arab Saudi.
Kabah, Masjidil Haram, Arab Saudi.
Sumber :
  • Haramain

VIVA – Masjid Haram dikenal sebagai Masjid Agung Mekah, sebuah masjid yang mengelilingi Ka'bah, di Provinsi Mekah, Arab Saudi. Area masjid sangat luas. Saat ini luasnya lebih dari 750.000 m² dengan daya tampung dua juta jemaah salat.

Dikutip dari Buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh terbitan Dirjen PHU Kemenag RI, bangunan Masjidil Haram terdiri atas empat lantai, dengan 95 pintu masuk pada masjid bangunan lama dan 79 pintu pada bangunan baru.

Di Masjidil Haram terdapat Ka’bah, tempat thawaf, tempat sa’i dan halaman untuk salat, Semua bagian ini tidak terpisahkan dari Masjidil Haram. Salat di Masjidil Haram memiliki keutamaan 100.000 kali lipat dibanding salat di masjid lain.

Saat masuk masjid, setiap orang disunahkan melaksanakan tawaf sunah, bukan salat tahiyyatul masjid, meskipun sebagian ulama membolehkan salat tahiyyatul masjid bahkan di waktu larangan sekalipun, misalnya setelah salat Subuh atau Ashar.

Berbagai keutamaan ini memotivasi jemaah haji untuk berbondongbondong mendatangi Masjidil Haram, baik siang maupun malam. Di tengah-tengah Masjidil Haram, terdapat Ka’bah yang dibangun Nabi Ibrahim AS.

Tinggi Ka’bah 14 meter, panjang dari arah Multazam 12,84 meter, panjang dari arah Hijir Isma’il 11,28 meter, antara Rukun Yamani dan Hijir Isma’il 12,11 meter dan antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad 11,5 meter.

Setiap Muslim boleh menziarahi Ka’bah. Orang yang menetap di sekitar Ka’bah disebut jiwarullah (tetangga Allah), sedangkan orang yang hanya berkunjung atau jemaah haji disebut dhuyufullah (tamu Allah).