Boris Johnson di Ujung Tanduk Setelah Dua Menteri Inggris Mundur

PM Inggris Boris Johnson saat berada di Downing Street, London
PM Inggris Boris Johnson saat berada di Downing Street, London
Sumber :
  • Justin Tallis/Pool Photo via AP

VIVA Dunia – Jabatan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson berada di ujung tanduk, setelah dua menteri kabinetnya mengundurkan diri dan sejumlah anggota parlemen mendesaknya untuk mundur. Menteri keuangan dan menteri kesehatan Inggris, serta beberapa pejabat di bawah mereka meletakkan jabatan pada Selasa.

Mereka mengatakan tak bisa lagi bekerja untuk pemerintah setelah serangkaian skandal menghantam pemerintahan Johnson. Meski seruan agar Johnson mengundurkan diri terus meluas, dia bertekad untuk tetap menjabat dengan menunjuk pengusaha yang juga menteri pendidikan, Nadhim Zahawi, sebagai menkeu yang baru, dan mengisi beberapa posisi yang kosong.

"Saya menduga kami akan terpaksa menyeretnya, menendang dan meneriakinya (agar keluar) dari Downing Street. Tapi jika kami harus melakukannya seperti itu maka kami akan melakukannya," kata seorang anggota parlemen dari partai Konservatif kepada Reuters, yang berbicara secara anonim.

PM Inggris Boris Johnson saat di KTT NATO

PM Inggris Boris Johnson saat di KTT NATO

Photo :
  • (AP Photo/Manu Fernandez

Seberapa besar penentangan pada Johnson di kalangan partainya sendiri akan terungkap pada Rabu ketika dia menghadiri sesi tanya-jawab mingguan di parlemen dan di hadapan komite terpilih selama dua jam. Johnson, mantan jurnalis dan wali kota London yang mewakili wajah Inggris pasca-Brexit, memenangi pemilihan secara telak pada 2019.

Sejak itu, pemerintahannya telah mengambil pendekatan agresif dan tak jarang memicu kekisruhan. Kepemimpinannya diwarnai berbagai skandal dan salah langkah selama beberapa bulan terakhir.

Sang perdana menteri didenda polisi karena melanggar penguncian COVID-19 dan sebuah laporan yang memberatkan diterbitkan tentang kelakuan para pejabatnya di Downing Street – sebutan bagi kantor dan kediaman perdana menteri Inggris – yang melanggar aturan pembatasan COVID-19 yang mereka buat sendiri.