Tanggapi Menlu Wang Yi, LaNyalla: Sebaiknya China Introspeksi

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.
Sumber :

VIVA Dunia – Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, yang memperingatkan negara-negara ASEAN agar tidak menjadi pion catur negara besar.  

img_title Xi Jinping Bakal ‘Bersih-bersih’, Lebih dari 40 Anggota Komite Sentral Terancam Dicopot

Wang menyampaikan pernyataan itu saat berpidato Sekretariat ASEAN di Jakarta, Senin 11 Juli 2022.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

LaNyalla mengatakan, Indonesia justru meminta China melakukan introspeksi atas klaim China terhadap kawasan Laut China Selatan yang disebut sebagai wilayahnya, sehingga menimbulkan ketegangan di sejumlah negara di ASEAN. Karena sejumlah negara ASEAN menganggap bahwa klaim itu tidak sesuai dengan hukum internasional. 

img_title Timnas Indonesia U20 TC di China Jelang Piala Asia U20 2027, Ada Uji Coba Lawan Tuan Rumah

“Silakan saja menyarankan agar negara-negara ASEAN tidak menjadi pion negara besar. Tentu artinya juga tidak menjadi pion China, dalam konteks geopolitik persaingan antara Amerika dan China di Asia, termasuk di Asia Tenggara, apalagi terkait kawasan Laut China Selatan,” kata LaNyalla di Arab Saudi, dikutip dari siaran persnya, Selasa 12 Juli 2022.

Ditambahkan LaNyalla, kepentingan Satu China terkait Taiwan dan kepentingan perdagangan Amerika di kawasan Pasifik, silakan saja dibicarakan kedua negara. Yang pasti Indonesia sebagai negara berdaulat, memiliki kepentingan nasional yang harus diutamakan di atas segalanya. 

img_title Korban Tewas Banjir Bandang di Perbatasan Nepal-China 1.403 Orang, 6.150 Masih Hilang

Seperti diketahui, Asia Tenggara telah lama menjadi titik gesekan geopolitik antara negara-negara kekuatan besar atas kepentingan strategis. Negara-negara di kawasan itu kini tengah meningkatkan kewaspadaan agar tidak terjebak dalam persaingan China-Amerika Serikat (AS).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait Taiwan, AS melalui Menteri Luar Negeri Antony Blinken, menegaskan pihaknya tetap berkomitmen pada kebijakan Satu China. Artinya, Washington tidak mendorong kemerdekaan bagi Taiwan.

Kendati demikian, AS memiliki kewajiban menyalurkan sarana untuk mempertahankan diri bagi Taiwan. Tindakan itu diatur dalam Undang-Undang Hubungan Taiwan-AS.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan saat melakukan pertemuan dengan pejabat China.

Luhut Temui Pejabat China Bahas Utang Whoosh, Ungkap Keberlanjutan Proyek Kereta Cepat

Luhut datang langsung ke China untuk membahas masalah utang Whoosh. Diketahui, pemerintah menyiapkan pengambilalihan 60 persen saham KCIC serta evaluasi nilai saham PSBI.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut