Minggu Depan, Ukraina Kembali Ekspor Gandum

Tanaman gandum.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA DUNIA – Rusia, Ukraina, Turki, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan menandatangani kesepakatan minggu depan terkait ekspor gandum melalui Laut Hitam. Meski demikian Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan masih ada jalan panjang sebelum pembicaraan damai berakhir.

img_title Para Anggota BRICS Dorong Inisiatif Pembentukan Bursa Perdagangan Gandum

Menteri pertahanan Turki, Hulusi Akar, mengatakan kesepakatan yang akan ditandatangani minggu depan termasuk kontrol bersama, adalah untuk memeriksa pengiriman gandum di pelabuhan dan Turki memastikan keamanan rute ekspor di Laut Hitam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir dari The Straits Times, Kamis 14 Juli 2022, Turki juga akan mendirikan pusat koordinasi dengan Ukraina, Rusia dan PBB untuk ekspor biji-bijian.

img_title Canggih dan Mengerikannya Il-96-300PU, Pesawat Kiamat yang Ditumpangi Presiden Rusia Vladimir Putin ke India

Guterres sedikit lebih berhati-hati, dan mengatakan kepada wartawan bahwa dia berdoa agar tujuan bersama dapat mencapai kesepakatan akhir.

"Semoga kita dapat mencapai kesepakatan akhir minggu depan. Saya optimistis, tetapi itu belum sepenuhnya selesai," katanya.

img_title Hadiri KTT BRICS, Putin Datang dengan Pesawat ‘Kiamat’ Jadi Sorotan Dunia

"Kami telah melihat langkah maju yang kritis,” tutur Guterres.

"Lebih banyak pekerjaan teknis sekarang akan diperlukan untuk mewujudkan kemajuan hari ini. Tapi momentumnya jelas.”

Mengenai prospek pembicaraan damai untuk mengakhiri perang di Ukraina, yang dimulai ketika Rusia menginvasi pada 24 Februari 2022, Guterres mengatakan bahwa Moskow dan Kiev telah menunjukkan bahwa mereka dapat terlibat satu sama lain.

"Tetapi untuk perdamaian kita masih harus menempuh jalan yang panjang," ujarnya.

Perang di Ukraina telah menyebabkan melonjaknya harga biji-bijian, minyak goreng, bahan bakar dan pupuk.

Invasi Rusia dan blokade laut juga telah menghentikan ekspor, menyebabkan puluhan kapal terdampar dan sekitar 20 juta ton biji-bijian terjebak dalam silo di Odesa.

Ukraina dan Rusia adalah pemasok gandum utama dunia. Rusia juga merupakan pengekspor pupuk terbesar, dan Ukraina adalah produsen minyak jagung dan bunga matahari yang signifikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang pejabat senior PBB, yang berbicara dengan syarat anonim, mengatakan sebagian besar poin penting dalam pembicaraan untuk melanjutkan ekspor Laut Hitam Ukraina telah diatasi, dan menggambarkan diskusi di Istanbul itu sebagai terobosan baru.

Sebelum pembicaraan, para diplomat mengatakan rincian rencana tersebut termasuk kapal Ukraina yang memandu kapal biji-bijian masuk, dan keluar melalui perairan pelabuhan yang ditambang, Rusia menyetujui gencatan senjata saat pengiriman bergerak, dan Turki yang didukung oleh PBB akan bertugas untuk memeriksa kapal agar menghilangkan ketakutan Rusia akan penyelundupan senjata.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut