Malapetaka di Iran: Banjir dan Tanah Longsor dalam Sepekan

Banjir dan Tanh Losor di iran
Banjir dan Tanh Losor di iran
Sumber :
  • Aljazeera

VIVA Dunia – Puluhan orang tewas dan sedikitnya 45 orang hilang setelah sebagian besar provinsi di Iran terkena banjir.

Lebih dari seminggu banjir dan tanah longsor di seluruh bagain provinsi Iran telah menyebabkan puluhan orang tewas, sementara operasi pencarian terus dilakukan untuk menemukan lebih banyak lagi yang hilang.

Laman berita IRNA yang dikelola pemerintah Iran bahwa 24 dari 31 provinsi Iran menghadapi rentetan banjir yang menyebabkan 45 orang hilang dan merusak 20.000 rumah. Dalam beritanya juga menambahkan bahwa enam warga Irak termasuk di antaranya yang tewas.

VIVA Militer: Rudal balistik militer Iran

VIVA Militer: Rudal balistik militer Iran

Photo :
  • cnn.com

Sebuah video yang konon direkam di dekat kota suci Mashhad, tempat para peziarah Irak sering berkunjung beredar di media sosial pada hari Sabtu, 30 Juli 2022 dan menunjukkan sebuah mobil van terbawa arus air yang berlumpur.

Video lain yang diposting secara online menunjukkan pemandangan mengerikan dari rumah-rumah dan jalan-jalan yang dilalui lumpur, kemudian mobil-mobil terlihat hancur karena arus yang kuat tersebut.

Banjir dan tanah longsor paling mematikan berada di provinsi Teheran, di mana hanya di daerah Imamzadeh Davoud di kaki pegunungan Alborz saja 19 orang tewas dan lima masih hilang.

Provinsi Mazandaran di utara dan provinsi tengah Yazd juga terkena dampak parah, dengan otoritas lokal melaporkan kerusakan yang cukup besar pada beberapa bagian bersejarah kota Yazd, memaksa kantor-kantor pemerintah tutup pada selama seminggu.

Banjir dan Tanh Losor di iran

Banjir dan Tanh Losor di iran

Photo :
  • Aljazeera

Kota kuno Yazd adalah situs warisan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan di bawah organisasi PBB atau lebih tepatnya UNESCO, dengan rumah-rumah bata-lumpur dan gang-gang sempit yang meningkatkan kerentanannya terhadap banjir.

Hujan muson telah menimbulkan lebih dari 60 triliun real atau setara dengan Rp 29 Triliun, kerusakan sejauh ini paling banyak dialami oleh sektor pertanian, menurut menteri pertanian Javad Sadatinejad dalam pernyataan yang diunggah oleh IRNA.

Pihak berwenang telah memperingatkan lebih banyak hujan di provinsi selatan dan utara, memperingatkan warga untuk menahan diri untuk berkumpul di sepanjang tepi sungai dan tempat-tempat yang berpotensi berbahaya lainnya dari banjir.

Salah satu sisi positif dari hujan adalah bahwa bendungan dan waduk di seluruh negeri, terutama di provinsi kering seperti Fars, Kerman dan Sistan dan Balochistan, telah mengalami peningkatan tingkat air yang menjadi cadangan air.

Sementara itu Iran dalam beberapa tahun terakhir telah berjuang melawan kekeringan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam beberapa dekade. Banjir terjadi juga merupakan dari peristiwa cuaca ekstrem yang telah diperingatkan oleh para ilmuwan dan diperkuat oleh perubahan iklim dunia saat ini.