Menilik Sejarah Masjid Quba
- MCH / Zaky Al Yamani
Komplek Masjid Quba juga dilengkapi dengan pemukiman para imam dan muadzin, perpustakaan, dan tempat tinggal para penjaga masjid. Sampai saat ini Masjid Quba masih diziarahi ribuan umat Islam dari penjuru dunia baik yang sedang menjalankan ibadah haji maupun umroh.
Suasana di dalam Masjid Quba
- MCH 2022 / Zaky Al Yamani
Keutamaan Masjid Quba
Rasulullah SAW. bersabda: "Barang siapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi Masjid Quba dan sholat di dalamnya, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala umroh," (HR. Ibnu Majah). Rasulullah SAW sering mendatangi Masjid Quba setiap hari Sabtu, terkadang dengan menunggang kendaraan dan terkadang dengan berjalan kaki.
Diriwayatkan dari Umar bin Syabbah dalam kitab Akhbar Madinah, dari Sa’ad bin Abi Waqash, beliau berkata: “Sungguh sholat di Masjid Quba dua rakaat lebih aku sukai daripada mendatangi Baitul Maqdis sebanyak dua kali. Jika mereka mengetahui apa yang terdapat dalam Masjid Quba, niscaya mereka akan memukul unta mereka (bergegas) untuk pergi ke sana.”
Masjid Quba juga merupakan masjid yang di dalam Al Quran disebut sebagai masjid yang dibangun atas dasar ketaqwaan sebagaimana firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 108: “Janganlah engkau sholat dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (Masjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih”
Sebagai bandingan dari Masjid Dhiror yang didirikan oleh orang-orang Munafiq yang tujuannya untuk menghancurkan Islam. Seperti diceritakan beberapa riwayat bahwa ketika agama Islam sudah mulai menyebar dan kuat di kota Madinah, seorang Kristen bernama Abu Amir merasa ditinggalkan banyak pengikutnya sehingga ia meminta bantuan kepada penguasa Romawi untuk memerangi nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin.
Kemudian Abu Amir menyampaikan pesan kepada kaum Munafiq Madinah perihal kabar gembira terkait dengan akan tibanya bantuan bala tentara dari Romawi, dan ia meminta teman-teman Munafiqnya di Madinah untuk membangun sebuah pusat informasi sebagai basis kegiatan mereka.