5 Fakta Virus Langya Berbahaya yang Ditemukan di China

Persediaan masker di Taiwan dalam menanggulangi wabah virus Corona.
Persediaan masker di Taiwan dalam menanggulangi wabah virus Corona.
Sumber :
  • Courtesy of Taiwan's Presidential Office

VIVA Dunia – Sebuah virus zoonosis bernama Langya telah dilaporkan di China dengan 35 orang terinfeksi sejauh ini. Jenis virus baru Henipavirus telah ditemukan di Provinsi Shandong dan Henan China, menurut laporan Taipei Times.

Mengenai virus Langya atau Layv, berikut 5 hal yang harus diketahui mengenai virus baru yang ditemukan di China:

1. Ditularkan dari Hewan ke Manusia

Virus itu kemungkinan ditularkan dari hewan ke manusia, kata para ilmuwan di Taiwan. Kementerian kesehatan Taiwan itu sekarang memantau penyebarannya. Korespondensi tentang virus baru oleh para ilmuwan dari China, Singapura dan Australia telah diterbitkan di New England Journal of Medicine (NEJM).

2. Gejala Virus Langya

Wakil Direktur Jenderal Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) Taiwan Chuang Jen-hsiang mengatakan bahwa 26 dari pasien yang terkena virus Langya mengalami gejala seperti demam, kelelahan, batuk, kehilangan nafsu makan, nyeri otot, mual, sakit kepala dan muntah. Mereka juga menunjukkan penurunan sel darah putih, jumlah trombosit yang rendah, gagal hati dan gagal ginjal.

3. Ditularkan Melalui Tikus

Melansir dari NDTV, Rabu, 10 Agustus 2022, Hasil tes dari 25 spesies hewan liar menunjukkan bahwa Tikus (mamalia pemakan serangga kecil yang menyerupai tikus) mungkin merupakan reservoir alami dari Langya henipavirus, karena virus itu ditemukan pada 27 persen dari subjek tikus, kata pejabat CDC.

4. Belum Menyebabkan Kematian

Belum ada kematian akibat virus LayV tersebut, demikian sebutan virus itu oleh para ilmuwan. Profesor Wang Linfa dari Duke-NUS Medical School, rekan penulis makalah NEJM, mengatakan kepada Global Times bahwa kasus LayV sejauh ini tidak fatal atau tidak sangat serius.

5. Kategori Sama Dengan Virus Hendra dan Nipah

Henipavirus adalah kategori virus RNA zoonosis yang juga termasuk virus Hendra dan virus Nipah. Hendra diyakini berasal dari Australia dan menyerang kuda dan manusia, sedangkan Nipah telah menyebabkan wabah penyakit di beberapa negara, termasuk India. Kedua virus dikaitkan dengan tingkat kematian yang tinggi.