Penjara di Kongo Diserang, 2 Polisi Tewas 800 Tahanan Kabur

ilustrasi penjara
ilustrasi penjara
Sumber :
  • Istimewa

VIVA Dunia – Lebih dari 800 narapidana melarikan diri dari sebuah penjara di timur Republik Demokratik Kongo, setelah orang-orang bersenjata melakukan pembobolan dan penyerangan di penjara pada malam hari. Penyerangan tersebut membuat sedikitnya dua polisi tewas, menurut sumber militer, pada Rabu, 10 Agustus 2022. 

"Sekelompok Mai-Mai (kelompok bersenjata) tak dikenal menyerang penjara pusat Kakwangura di kota Butembo. Korban sementara adalah dua polisi yang sedang berjaga tewas," kata Kapten Antony Mualushayi, juru bicara militer di Beni, dikutip dari Africa News, Kamis, 11 Agustus 2022. 

VIVA Militer: Milisi ADF Kongo.

VIVA Militer: Milisi ADF Kongo.

Photo :

Seorang penyerang juga dilaporkan tewas dan amunisi ditemukan, tambahnya.

Menurut sumber penjara yang meminta identitasnya disamarkan, dari 872 orang yang ditahan di penjara, hanya 49 yang tersisa, 823 lainnya dinyatakan kabur. 

"Para penyerang datang pada pukul 2, mereka adalah ADF (Allied Democratic Forces). Peluru dibunyikan ketika kami sedang tertidur lelap. Tiba-tiba kami terbangun, para penyerang memiliki gergaji mesin yang dengannya mereka berhasil merobek gembok", kata Gilbert, seorang tahanan militer di penjara. 

Menurut laporan Kivu Security Barometer (KST) di Twitter, sebuah organisasi yang mengamati wilayah  tersebut, serangan itu menyebabkan 2 anggota polisi tewas dan ratusan tahanan kabur.

"Musuh telah menyusup, menyelinap ke lingkungan kita, ke lingkungan tempat kita tinggal. Kita harus berusaha menemukan mereka di mana pun mereka bersembunyi," seru walikota polisi Butembo, Mowa Baeki Telly Roger.

Tentara anak di Kongo.

Tentara anak di Kongo.

Photo :
  • U-Report

Organisasi jihad Islamic State (EI) sebagai cabangnya di Afrika Tengah, kelompok Allied Democratic Forces (ADF) dituduh bertanggung jawab atas pembantaian ribuan warga sipil di Kongo timur dan melakukan serangan di Uganda.

ADF disebut sebagai salah satu kelompok paling mematikan di wilayah timur Kongo, yang telah dihancurkan oleh kekerasan selama hampir 30 tahun.

Di Kongo, serangan mematikan terhadap penjara dan pembobolan penjara sering dilaporkan terjadi.