Kemlu RI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa WNI di Banjir Bandang Seoul

Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha
Direktur Perlindungan WNI Kemlu Judha Nugraha
Sumber :
  • Zoom Meeting Kemlu RI

VIVA Dunia – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang terkena dampak langsung banjir bandang yang melanda Seoul, Korea Selatan. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul untuk memastikan keselamatan para WNI di negara tersebut.

“Kami telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia yang ada di sana, berdasarkan informasi tidak ada WNI yang terdampak langsung,” ujar Judha pada saat Press Briefing melalui Zoom Meeting, Kamis, 11 Agustus 2022.

Judha juga membeberkan bahwa sejauh ini ada sekitar 36.399 WNI yang berada di Korea Selatan sejauh ini. Dia juga telah menyampaikan imbauan kepada WNI yang berada di Korea Selatan untuk tetap berhati-hati dan segera menghubungi pihak KBRI Seoul bila terjadi keadaan darurat.

banjir di Seoul

banjir di Seoul

Photo :
  • The Korea Herald

“Kami terus memantau informasi dan juga bahan yang diberikan oleh otoritas setempat.”

Sebelumnya, Korea Selatan dilanda hujan lebat selama beberapa hari, di mana hujan lebat tersebut adalah yang terbesar selama beberapa dekade. Hujan lebat menghasilkan banjir yang mengubah jalan-jalan Seoul menjadi sungai dengan mobil-mobil yang mengapung.

Sejauh ini, korban jiwa akibat banjir besar di Seoul sebanyak 9 orang dan 16 lainnya diperkirakan luka-luka. Selain itu, Presiden Korea Selatan juga meminta maaf kepada rakyatnya karena banjir yang mengganggu aktivitas di kota terpadat itu.

Banjir melanda ibu kota Seoul, Korea Selatan.

Banjir melanda ibu kota Seoul, Korea Selatan.

Photo :
  • Yonhap.

“Saya berdoa untuk para korban dan meminta maaf atas nama pemerintah kepada orang-orang yang menderita atas ketidaknyamanan ini,” ujarnya, seperti dikutip dari The Korea Times.

Permintaan maaf Yoon datang sehari setelah dia mengunjungi sebuah apartemen semi-basement di Seoul, di mana sebuah keluarga beranggotakan tiga orang, termasuk seorang wanita dengan cacat perkembangan yang tewas dalam banjir bandang awal pekan ini.