Dubes Ukraina Protes RI Hanya Kecam Israel namun Tidak Serangan Rusia

Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin
Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Dunia – Saat Indonesia mengutuk keras serangan Israel di Gaza, Palestina yang mengakibatkan tewasnya masyarakat sipil termasuk anak-anak, Duta Besar Ukraina Vasyl Hamianin untuk Indonesia bereaksi. Dubes Hamianin justru mempertanyakan bagaimana sikap Indonesia terhadap perang di Ukraina karena tidak ada kecaman yang disampaikan secara eksplisit atas invasi Rusia ke negaranya.

Dalam akun Twitter milik Dubes Ukraina Vasyl Hamianin berkomentar terkait pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI atas serangan brutal Israel di Gaza.

Dia menuliskan dan mempertanyakan sikap Indonesia yang terkesan netral atas perang di Ukraina yang juga memakan ribuan korban jiwa warga sipil termasuk anak-anak dan wanita.

Perayaan Hari Nasional Ukraina pada 2022 di sekolah SD

Perayaan Hari Nasional Ukraina pada 2022 di sekolah SD

Photo :
  • AP Photo/Efrem Lukatsky

"Bagaimana dengan kutukan kuat terhadap serangan brutal di Ukraina selama 5 bulan terakhir dan kematian ratusan hingga ribuan anak termasuk anak Muslim?" dicuitkan Dubes Vasyl Hamianin yang diunggah di akun Twitter pada Minggu, 7 Agustus 2022.

Komentar Vasyl Hamianin tersebut kemudian dibanjiri respons dan komentar dari netizen Indonesia. Salah satu pengguna Twitter menuliskan bahwa Indonesia juga membantu mencari solusi damai atas perang di Ukraina.

Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin

Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

"Alih-alih mengirim senjata, pemerintah (Indonesia) memilih jalan tengah dengan mengundang Ukraina ke KTT G20 dan berusaha mencari solusi damai," tulis akun @AF16xxx.

Diketahui konflik yang terjadi antara Rusia dan Ukraina masih berlanjut. Sejauh ini namun setidaknya ada satu kesepakatan terkait pengiriman gandum yang berhasil direalisasikan oleh kedua belah pihak dan diharapkan bisa mengurangi krisis pangan dunia.